Google berargumen bahwa mereka bisa memberikan solusi navigasi yang lebih baik untuk semua orang. Namun pemerintah Korea juga punya alasan kuat untuk melindungi data sensitif mereka, terutama soal lokasi militer.
Ke depannya gimana?
Menariknya, Korea Selatan sedang mempertimbangkan lagi apakah akan mengizinkan ekspor data peta ini. Kalau sampai disetujui, kita tidak perlu lagi memakai aplikasi lokal sebagai tambahan, cukup Google Maps seperti di negara lain.
Namun, sebelum ada keputusan final, rasanya untuk liburan ke Korea masih harus siap-siap mengunduh aplikasi penunjuk arah setempat. Jadi, kalau suatu hari kamu ke Seoul atau Busan, jangan kaget kalau Google Maps belum bisa jadi andalan utama.
Artikel Terkait
Dua Peneliti Muda Indonesia Temukan Senyawa Baru untuk Atasi Diabetes yang Diakui Dunia
Pilih Budaya Kerja yang Sesuai Gaya Hidup Biar Nggak Dikit-dikit Resign! Ini Caranya
Klan, Adhocracy, Pasar, atau Hierarki: Kenali 4 Jenis Budaya Kerja yang Pasti Bakal Kamu Temui!
Belanda Bisa Bekerja 4 Hari Seminggu Tanpa Aturan Resmi, Bagaimana Caranya?
Mahasiswa Indonesia di Belanda Meninggal Saat Dampingi Pejabat di Wina, PPI Belanda Keluarkan Pernyataan
Digantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Ini Permintaan Sri Mulyani Saat Pamit Sebagai Menteri Keuangan
Lowongan Kerja Business Development Analyst (Mall Development) di Kawan Lama Group