news

Ternyata Penggunaan AI Tidak Semasif yang Dibayangkan, tapi Penggunanya Punya Kepribadian Unik

Rabu, 15 Oktober 2025 | 21:19 WIB
Ilustrasi: Penggunaan AI ternyata tidak sebesar yang dibayangkan, dan mungkin hanya segelintir yang benar-benar memanfaatkannya secara intensif. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Meskipun topik seputar Artificial Intelligence (AI) hampir setiap hari jadi pembicaraan, dari pendidikan hingga pekerjaan, penelitian baru menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam aktivitas online sebagian besar orang masih jarang.

Fakta tersebut diperoleh dari sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking. Dari analisis lebih dari 14 juta kunjungan website, hasilnya cukup mengejutkan: penelusuran terkait AI hanya menyumbang kurang dari satu persen dari total aktivitas online kebanyakan orang.

Menurut Emily McKinley, peneliti dan kandidat PhD dari University of California, Davis, publik memang banyak membicarakan AI, tetapi data objektif tentang penggunaannya masih minim.

Baca Juga: Kalau Mau Karier Lancar, Kuncinya Bukan Cuma Skill tapi Juga Punya Koneksi yang Luas

“Ada begitu banyak diskusi publik tentang AI dan dampaknya bagi masyarakat, tetapi ternyata sangat sedikit data objektif tentang bagaimana orang benar-benar menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas McKinley.

Siapa yang paling sering menggunakan AI?

Penelitian ini terdiri atas dua studi terpisah. Studi pertama melibatkan 499 mahasiswa dari dua universitas, sementara studi kedua mencakup 455 responden dari masyarakat umum. Selama 90 hari, para peserta diminta membagikan riwayat penelusuran web mereka.

Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui seberapa sering mereka mengunjungi situs berbasis AI seperti ChatGPT dan Microsoft Copilot. Hasilnya, mahasiswa menggunakan AI sekitar 1 persen dari total kunjungan situs web mereka. Di sisi masyarakat umum, angkanya bahkan lebih rendah, cuma 0,44 persen.

“Kami benar-benar terkejut melihat seberapa jarang penggunaan AI, bahkan di kalangan mahasiswa yang biasanya cepat mengadopsi teknologi baru,” ujar McKinley.

ChatGPT menjadi platform AI yang paling populer, mencakup lebih dari 85 persen dari seluruh kunjungan terkait AI.

Baca Juga: Pengguna Smartwatch yang Aktif Olah Raga, Rawat Gadgetmu Dari Dampak Keringat Berikut Ini!

Kepribadian para pengguna AI

Menariknya, penelitian ini menemukan korelasi antara kepribadian pengguna AI dan tingkat penggunaan mereka. Mahasiswa yang lebih sering menggunakan AI cenderung memiliki skor tinggi dalam sifat-sifat seperti narsisisme, Machiavellianism (manipulatif, culas, mementingkan diri sendiri), dan psikopati, yang dikenal sebagai dark personality traits.

Kelompok kecil yang disebut “prolific users”, yaitu mereka yang menjadikan AI lebih dari 4 persen dari aktivitas internetnya, menunjukkan kecenderungan sifat tersebut lebih kuat. Namun, pola ini tampak lebih lemah di kalangan masyarakat umum.

Lebih banyak digunakan untuk produktivitas

Halaman:

Tags

Terkini