Survei menunjukkan bahwa karyawan yang sudah menjadi orang tua cenderung menyukai kerja remote karena bisa lebih fleksibel dalam mengatur waktu bersama keluarga.
Kedua, banyak karyawan muda merasa kesepian. Gallup menemukan bahwa generasi ini adalah kelompok paling kesepian di tempat kerja. Mereka 2 – 3 kali lebih mungkin merasa kesepian dibandingkan generasi yang lebih tua.
Selain itu, karyawan muda dengan sistem kerja hybrid sering kali datang ke kantor di hari yang berbeda dari rekan kerjanya. Akibatnya, mereka jarang bertemu langsung dengan timnya, sehingga manfaat kerja di kantor, seperti interaksi sosial dan kolaborasi, jadi hilang.
Baca Juga: Mengenal Desa Pemuteran yang Masuk Daftar 52 Desa Wisata Terbaik 2025 oleh UN Tourism
Apa yang bisa dilakukan perusahaan?
Karena karyawan muda sebenarnya lebih menyukai sistem kerja hybrid, perusahaan bisa membantu mereka mendapatkan pengalaman kerja yang lebih menyenangkan dengan menjadwalkan hari kerja di kantor secara serentak.
Dengan begitu, mereka bisa bertemu lebih banyak rekan kerja dan merasa lebih terlibat dengan kantor. Selain itu, para pemimpin juga bisa mendorong diskusi bersama tim untuk menentukan cara kerja yang paling efektif bagi semua karyawan.
Dengan komunikasi yang terbuka, keseimbangan antara fleksibilitas dan kolaborasi bisa tercapai, tanpa harus mengorbankan produktivitas atau kenyamanan karyawan.