news

Untuk Kali Pertama, Kementerian Agama akan Menggelar Perayaan Natal Bersama untuk Tahun 2025

Rabu, 26 November 2025 | 11:19 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa Kementerian Agama akan menggelar perayaan Natal bersama pada 2025. (Kemenag.go.id)

PejuangKantoran.com - Kementerian Agama (Kemenag) untuk pertama kalinya akan menggelar perayaan Natal Kemenag 2025. Hal ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka acara Jalan Sehat Lintas Agama di Kantor Kemenag, Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Nasaruddin mengatakan, meski baru tahun ini dilakukan, tidak ada kata terlambat untuk memulai tradisi baik. Selama ini umat Kristen dan Katolik selalu merayakan Natal, sedangkan Kemenag justru belum pernah membuat perayaan institusionalnya sendiri.

“Kementerian lain bikin Natal, masa Kementerian Agama-nya nggak. Harusnya ini yang mulai,” ujarnya.

Baca Juga: 7 Perbedaan Aturan Cuti untuk PNS dan PPPK sesuai Jenis Cutinya yang Perlu Kamu Tahu!

Walau begitu, Menag Nasaruddin Umar belum menyampaikan detail lokasi dan waktu pelaksanaan Natal Kemenag tersebut.

Jalan sehat lintas agama, simbol pembuka Natal Kemenag 2025

Rangkaian perayaan Natal Kemenag 2025 dimulai dengan kegiatan Jalan Sehat Lintas Agama. Acara berlangsung dari pukul 06.00 – 08.00 dan diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur.

Ada dari pimpinan gereja nasional, pejabat Kemenag, mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Kristen, guru serta siswa SPKK, organisasi keagamaan Kristen, hingga pegawai Kemenag.

Pada kesempatan itu, Menag juga meluncurkan Logo Natal Kemenag 2025 sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian kegiatan.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa jalan sehat ini bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga gerakan kebangsaan untuk merawat kerukunan.

Baca Juga: Begini Cara Sutradara Meramu Kedalaman dan Kompleksitas Cerita 'Legenda Kelam Malin Kundang'

“Kita berkumpul bukan hanya untuk berolahraga, tetapi untuk meneguhkan kembali komitmen bahwa Indonesia dibangun dengan semangat saling menghargai,” ucapnya.

Ia menggambarkan langkah para peserta sebagai simbol perjalanan hati.

“Kita melangkah bukan hanya menuju garis finis, tetapi untuk menguatkan jejak kerukunan di bumi Indonesia,” lanjutnya.

Meneguhkan toleransi dan moderasi beragama

Halaman:

Tags

Terkini