PejuangKantoran.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada peningkatan kesejahteraan atlet Indonesia. Hal ini diungkapkan setelah pertemuannya dengan Presiden di Istana Merdeka pada 25 November 2025.
Menurut Erick, Presiden ingin memastikan bahwa para atlet mendapatkan dukungan yang memadai, mulai dari kesempatan pendidikan melalui skema beasiswa LPDP hingga penataan karier jangka panjang. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan jalur khusus bagi atlet berprestasi untuk dapat mengembangkan karier sebagai ASN maupun bergabung dengan TNI atau Polri.
Di sisi lain, Erick menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan skema bonus bagi atlet yang berlaga di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Meski begitu, nilai bonus masih menunggu pembahasan lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan karena berkaitan dengan perencanaan anggaran negara secara keseluruhan.
Baca Juga: Sederhanakan Birokrasi 55 Ribu Jabatan ASN Dipangkas untuk Ubah Cara Kerja Pemerintah
Erick menegaskan bahwa perhatian ini muncul dari kesadaran akan besarnya pengorbanan atlet, mulai dari meninggalkan keluarga hingga menunda pendidikan demi mengharumkan nama bangsa. Karena itu, pemerintah ingin memastikan jenjang karier mereka tidak terputus, baik ketika masih aktif bertanding maupun setelah pensiun.
Terkait rencana dana pensiun atlet, Erick mengakui program tersebut belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Namun ia menargetkan landasan program dapat diselesaikan dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan inisiatif baru dengan merujuk pada model negara maju seperti Inggris yang memiliki pendanaan khusus untuk cabang olahraga unggulan. Erick menyebut bahwa kemajuan suatu negara tidak lepas dari ekonomi yang kuat, pertahanan yang solid, dan prestasi olahraga yang konsisten. Karena itu, pemerintah menyiapkan program pembinaan yang lebih terarah, termasuk pendanaan partisipasi atlet di berbagai kompetisi internasional.
Sebagai bagian dari visi jangka panjang, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pusat pelatihan skala besar untuk atlet nasional.
Baca Juga: Berbagi Cerita dan Perasaan di Kantor Tidak Masalah, tapi Jangan Kebablasan. Ini Caranya!
Lahan seluas 300 hektare telah disiapkan untuk fasilitas pelatihan terpadu beserta infrastruktur akademik bagi atlet muda, sehingga kebutuhan pendidikan dan pengembangan bakat dapat berjalan beriringan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan ekosistem olahraga yang lebih profesional, berkelanjutan, dan mampu mendukung prestasi Indonesia di kancah global.