Selain di Bank Dunia, perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962, ini juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF untuk 12 negara Asia Tenggara dari tahun 2002 hingga 2004.
Sejumlah penghargaan telah diraih Sri Mulyani dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan. Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia 2006 oleh Emerging Markets di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.
Gelar serupa di tingkat dunia, yaitu Best Minister in the World Award, diraihnya pada tahun 2018 di World Government, Dubai, Uni Arab Emirates.
Baca Juga: Begini Tren Rekrutmen 2026, usai Perusahaan Beralih dari CV Tradisional atau CV Buatan AI
Sri Mulyani juga terpilih sebagai Wanita Paling Berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes (2008), dan Wanita Paling Berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia (2007).
Pengalamannya mengajar di bidang ekonomi adalah ketika didapuk sebagai asisten profesor di University of Illinois di Urbana-Champaign, AS, dari tahun 1990 hingga 1992. Universitas ini adalah tempat ia menyelesaikan studi Master dan PhD-nya.
Setelah kembali ke Indonesia, Sri Mulyani aktif di Fakultas Ekonomi UI sebagai dosen, peneliti, dan kemudian menjabat sebagai Kepala LPEM FEUI.
Universitas Oxford meyakini, pengetahuan dan pengalaman Sri Mulyani akan membantu menjembatani pemahaman tentang tantangan kebijakan publik yang dihadapi berbagai negara, dan memberikan kontribusi untuk pengembangan kepemimpinan global yang lebih baik di masa depan.