news

Ini Alasan CEO Starbucks Brian Niccol Punya Hak Naik Pesawat Perusahaan untuk Urusan Pribadi

Kamis, 29 Januari 2026 | 21:58 WIB
Apa alasan CEO Starbucks Bryan Niccol diberi hak menggunakan pesawat perusahaan untuk ke kantor pusat di Seattle maupun urusan pribadi? (Unsplash/Lingchor, Chipotle)

PejuangKantoran.com - CEO Starbucks Brian Niccol baru-baru ini jadi bahan perbincangan setelah diketahui menerima hak penggunaan jet pribadi perusahaan.

Kebijakan baru itu memungkinkan Niccol menggunakan pesawat milik perusahaan untuk perjalanan bisnis maupun pribadi, tanpa batas pengeluaran tahunan yang tetap.

Prosedur tersebut diungkap dalam dokumen resmi perusahaan dan langsung memicu berbagai pembicaraan, terutama soal tata kelola dan transparansi perusahaan besar.

Baca Juga: 8 Istilah Investasi yang Perlu Kamu Pahami sebelum Membeli Obligasi Ritel Seri ORI029

Sekadar mengingatkan, pria berusia 50 tahun itu mendapat privilese untuk tetap tinggal di rumahnya di Newport Beach, California. Untuk bepergian ke kantor pusat Starbucks di Seattle, yang berjarak 1.600 km dari rumahnya, Starbucks akan menyediakan jet perusahaan, begitu menurut surat penawaran untuk CEO baru itu.

Starbucks menetapkan batas biaya sebesar 250 ribu dollar per tahun untuk penggunaan pesawat perusahaan oleh CEO untuk keperluan pribadi. Namun, batas ini sekarang sudah tidak berlaku.

Sebagai gantinya, penggunaan pesawat oleh Niccol akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan oleh ketua komite kompensasi dewan direksi. Artinya, pengawasan tetap ada, hanya bentuknya yang berubah dari pembatasan angka menjadi evaluasi rutin.

Risiko keselamatan

Menurut laporan Business Insider, keputusan ini diambil setelah Starbucks melakukan penilaian internal terkait risiko keselamatan yang melekat pada posisi dan profil publik Brian Niccol.

Dengan kata lain, dewan direksi menilai bahwa perjalanan menggunakan penerbangan komersial justru berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar, baik dari sisi keamanan maupun gangguan operasional. Karena itu, perjalanan Niccol akan lebih dikontrol ke depannya.

Langkah Starbucks ini sebenarnya sejalan dengan tren di banyak perusahaan multinasional. Saat ini, keamanan eksekutif semakin sering dipandang sebagai bagian dari kebutuhan operasional, bukan sekadar fasilitas tambahan.

Baca Juga: 'Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa' Datangkan Tim Penata Rias dari Belgia dan Touch Up dengan CGI

Bagi pemimpin perusahaan dengan visibilitas tinggi, perjalanan menggunakan jet pribadi dinilai lebih efisien sekaligus meminimalkan risiko keselamatan yang sulit dikendalikan jika menggunakan transportasi umum.

Keseriusan Starbucks dalam urusan ini juga terlihat dari perekrutan pilot khusus untuk armada Gulfstream milik perusahaan. Di industri penerbangan korporat, posisi seperti ini umumnya punya gaji yang cukup tinggi, bahkan bisa melampaui pilot komersial.

Meski begitu, dewan direksi pada dasarnya menilai biaya tersebut sepadan jika dibandingkan dengan potensi risiko gangguan bisnis atau keselamatan pimpinan perusahaan.

Halaman:

Tags

Terkini