PejuangKantoran.com - Kasus penyekapan dan penganiayaan sadis selama 3 tahun yang dilakukan oleh Taufik Hidayat (TH) terhadap kekasihnya tidak hanya membuat kita miris, tetapi juga mengingatkan kita akan bahaya interaksi langsung baik di dunia nyata, ataupun di dunia maya, terutama lewat dating apps macam Bumble, Tinder atau sejenisnya.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk melindungi diri Anda dari ancaman serupa.
Baca Juga: Gen Z dan Milenial Pilih Cari Pacar di Tempat Kerja daripada Menggunakan Aplikasi Kencan
Baca Juga: Tinder Mencatat Peningkatan Match Sebesar 30% pada Perayaan Dating Sunday 2023
Rahasiakan Informasi Pribadi dan Rutinitas
Jangan pernah mencantumkan alamat rumah, tempat kerja, atau rutinitas harian di profil aplikasi kencan. Berikan informasi umum saja. Jika terpaksa, diskusikan di mana Anda tinggal setelah benar-benar mengenal orang tersebut dalam waktu yang lama.
Selalu Lakukan Pemeriksaan Latar Belakang (Doxxing)
Sebelum memutuskan untuk bertemu langsung, manfaatkan mesin pencari atau media sosial untuk mencari rekam jejak digital calon teman kencan Anda. Perhatikan apakah ada kejanggalan, ulasan dari orang lain, atau riwayat perilaku agresif.
Bertemu di Tempat Umum
Pilihan tempat pertama kali bertemu sangatlah krusial.
- Selalu atur pertemuan di area publik yang ramai, seperti kafe, restoran, atau pusat perbelanjaan.
- Hindari ajakan untuk bertemu di tempat sepi, kos-kosan, apartemen, atau ruang tertutup pribadi.
Bagikan Detail Lokasi Kepada Orang Terpercaya
Sebelum Anda pergi berkencan, pastikan sahabat atau anggota keluarga mengetahui ke mana Anda pergi dan dengan siapa. Bagikan lokasi terkini (live location) dan beri tahu mereka kapan Anda berencana untuk pulang.
Peka Terhadap Tanda-Tanda Peringatan (Red Flags)
Sadarilah sejak dini jika pasangan baru menunjukkan tanda-tanda bahaya: