PejuangKantoran.com - Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan gaya hidup digital, segala urusan keuangan pasti bisa terselesaikan hanya dengan membuka aplikasi mobile banking.
Tapi tidak begitu dengan masyarakat di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, yang akses internetnya belum merata akibat kendala geografis.
Agar tetap terhubung dengan layanan keuangan, warga di wilayah kepulauan Sulawesi Tengah tersebut tergantung pada transportasi laut seperti kapal atau perahu. Fasilitas di kapal maupun perahu ini sangat terbatas, belum lagi kondisi perjalanan yang sulit diprediksi.
Baca Juga: Purna Pekerja Migran Indonesia Mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan Melalui BRI Peduli
Mereka juga harus menunggu datangnya mantri bank, tenaga marketing bank untuk segmen mikro, yang membantu segala kebutuhan layanan perbankan bagi warga setempat.
Salah satu mantri bank yang melayani masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, itu adalah Eka Fitriyani Wulandari. Ia adalah Mantri BRI Unit Salakan, BRI Branch Office Luwuk, yang setiap hari rela menempuh perjalanan tersebut untuk bertemu nasabahnya.
“Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya, sehingga setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental. Meski demikian, saya tetap menjalaninya dan bersyukur karena melihat antusiasme masyarakat membuat seluruh perjalanan terasa sepadan,” ujar Eka.
Menurut perempuan berusia 34 tahun itu, tantangan sebagai mantri di wilayah kepulauan bukan hanya masalah medannya yang sulit, tetapi juga tuntutan untuk terus belajar agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dengan tepat.
Keterbatasan infrastruktur seperti akses listrik menjadi tantangan dalam menjaga komunikasi dengan nasabah, sementara waktu kunjungan yang terbatas membuat setiap pertemuan harus dimanfaatkan secara optimal.
Memahami langsung kebutuhan nasabah
Baca Juga: Klik Tombol ‘Traktir Kopi’ Jika Kamu Suka Artikel yang Kamu Baca di PejuangKantoran.com
Eka sudah bergabung dengan BRI sejak 2014. Posisinya saat itu adalah teller dan customer service. Baru pada tahun 2018 ia menjalani peran baru sebagai mantri.
Yang membuat Eka senang, peran sebagai mantri berhasil membuatnya lebih dekat dengan masyarakat, karena ia bisa terlibat langsung di lapangan. Eka bahkan menemukan berbagai kebutuhan warga di wilayah kepulauan.
“Saya memilih berkarier sebagai mantri karena peran ini sangat dekat dengan masyarakat. Saya bisa bertemu langsung, berbaur, dan memahami kebutuhan nasabah di lapangan,” jelasnya.
Tugasnya sehari-hari antara lain membuka akses pembiayaan, menyambangi nasabah, serta mendampingi BRILink Agen. Ia juga melakukan pendampingan dan pertemuan bersama masyarakat dan kelompok usaha.