Pejuangkantoran.com – Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang digiring ke rumah tahanan (Rutan) KPK pada Jumat malam, 24 Juli 2026 sekitar pukul 23.24 WIB, tanpa mengenakan rompi pink dan tidak terborgol tangannya, mengundang kontroversi.
Menurut Mahfud MD yang turut menanggapi hal ini lewat siniar yang diunggah di YouTube Mahfud MD Official pada Rabu, 29 Juli 2026, ada beban psikologis bagi 9 orang yang ditetapkan itu.
“Seharusnya yang memimpin itu 9 orang, menentukan kamu pakai borgol atau tidak,” ujar Mahfud MD, dikutip dari siniar tersebut.
Rompi dengan warna pink diatur dalam peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PER-005/A/JA/03/2013 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengawalan dan Pengamanan Tahanan. Aturan baju tahanan itu ada di Pasal 10 poin a,b,c,d yang menjelaskan ihwal sarana dan prasarana untuk pengawalan dan pengamanan tahanan yang harus dipenuhi (Detik.com, 01-04-2024).
Menurut yang dikutip oleh Detik.com, di Kejagung sendiri ada dua jenis rompi tahanan. Untuk tahanan jenis pidana khusus memakai rompi berwarna pink, sedangkan tahanan pidana umum memakai rompi berwarna merah.
Tidak ada penjelasan resmi mengapa yang dipilih warna pink. Warna ini dipilih lebih untuk menunjukkan bahwa itu warna yang dipakai untuk menunjukkan kasus pidana khusus.
Terlepas dari hal tersebut, dalam teori color psychology, persepsi terhadap warna dapat memengaruhi emosi (affect), proses berpikir (cognition), motivasi, penilaian (judgement), dan perilaku manusia.
Salah satu definisi yang paling banyak dijadikan rujukan berasal dari Andrew J. Elliot dan Markus A. Maier yang menyebutkan bahwa "Color psychology is the study of color as a determinant of human behavior” atau kurang lebih artinya psikologi warna adalah bidang ilmu yang mempelajari bagaimana warna bisa memengaruhi perilaku manusia.
Namun, definisi modern menekankan bahwa pengaruh warna tidak bersifat universal. Efek warna bergantung pada konteks, budaya, pengalaman individu, dan makna yang dilekatkan pada warna tersebut.
Baca Juga: Sebagai Anak Baru, Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Melihat Ada Cikal Bakal Korupsi di Kantor
Warna Pink di Sel Penjara
Menariknya, pada tahun 1979 Alexander Schauss melaporkan sebuah temuan menarik: para narapidana ternyata jadi lebih tenang saat ditempatkan di sel yang dicat dengan warna khusus bernama Baker-Miller pink, dibandingkan saat berada di sel berwarna putih.
Ilmuwan yang kini menjalankan American Institute for Biosocial Research di Tacoma, Washington ini sejak akhir 1960 sudah mulai meneliti respons psikologis dan fisiologis manusia terhadap warna pink.