Di Luar Kontroversi "Tanpa Rompi Pink" Ternyata Warna Pink Pernah Dijadikan Cat Tembok Sel Penjara!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 29 Juli 2026 | 18:15 WIB
Ilustrasi: Warna Baker-Miller pnk pernah diterapkan pada sejumlah tembok sel penjara dengan tujuan untuk mengurangi agresivitas. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi: Warna Baker-Miller pnk pernah diterapkan pada sejumlah tembok sel penjara dengan tujuan untuk mengurangi agresivitas. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Dibantu asistennya, Schauss menemukan bahwa satu corak pink tertentu punya efek paling kuat, yang ia beri label "P-618". Ia mencatat bahwa hanya dengan menatap kartu berukuran 18x24 inci bercorak warna itu, apalagi setelah berolahraga, efeknya ada penurunan detak jantung, denyut nadi, dan pernapasan dibanding warna lain.

Pada tahun 1979, Schauss berhasil meyakinkan para direktur lembaga pemasyarakatan Angkatan Laut di Seattle untuk mengecat beberapa sel tahanan dengan warna pink, guna melihat efeknya terhadap para tahanan.

Ia menamai warna itu sesuai nama dua direktur lembaga tersebut, Baker dan Miller (dari situlah nama "Baker-Miller pink" berasal). Sebelum menetapkan warna Baker-Miller pink ini, Schauss telah menguji sejumlah corak pink sebelum akhirnya memutuskan satu corak yang dianggap punya efek signifikan terhadap tingkat agresivitas.

Namun, ternyata eksperimen Schauss ini tidak menunjukkan hasil yang konsisten. Hanya di awal saja yang menunjukkan hasil yang sejalan dengan hipotesisnya, yaitu warna pink melemahkan kekuatan fisik dan meredakan agresi.

Ketidak konsistenan itu ditemukan ketika eksperimen ini direplikasi di lokasi lain, seperti ketika direplikasi di penjara utama Santa Clara County, California. Di tempat ini tingkat insiden penjara justru meningkat, bahkan mencapai puncaknya dibanding bulan-bulan sebelum pengecatan, meski sempat sedikit menurun di bulan pertama.

Baca Juga: Ini Makna dan Cara Membuat Foto Pink Hijau yang Jadi Simbol Solidaritas Warganet

Eksperimen lanjutan Schauss juga gagal menunjukkan efek yang sama seperti di awal eskperimen. Bahkan penelitian yang dilakukan dengan metode lebih ketat oleh Oliver Genschow, Thomas, Noll, Michaela Wanke, dan Robert Gerbach pada tahun 2014, gagal mereplikasi (mengulang dan mendapatkan hasil yang sama dengan) temuan awal tersebut.

Eksperimen pada tahun 2014 yang dipublikasikan di Researchgate.net ini merespon banyaknya penjara di negara-negara Barat mmulai mengecat sel tahanan dengan warna pink Baker-Miller. Artinya, klaim yang selama ini jadi dasar kebijakan pengecatan sel penjara di banyak negara itu patut dipertanyakan ulang.

Jadi, di luar image pink sebagai warna romance, ternyata tidak berpengaruh ketika diterapkan di sel penjara yang tujuannya untuk mengurangi agresivitas. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: detik.com, researchgate.net, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X