PejuangKantoran.com - Tidak terasa, sudah lebih dari dua tahun masyarakat diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari selama pandemi Covid-19 melanda dunia.
Sejak diluncurkan pada April 2020, Kementerian Kesehatan RI menilai PeduliLindungi sudah banyak membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 melalui fitur-fitur dan layanan kesehatan digital yang dihadirkan.
Dari check-in di ruang publik, mengunduh sertifikat vaksin Covid-19 untuk syarat perjalanan, mendapatkan hasil tes Antigen/PCR yang near real-time, dan tentunya mengetahui status kondisi pasien sehabis terkena Covid-19.
Baca Juga: Artis Rame-rame Main Tenis. Kenali Keuntungan Main Tenis dan Pukulan Dasar yang Jadi Kekuatan Pemain
Saat ini pandemi Covid-19 melandai, bahkan masyarakat pun sudah diperbolehkan melepas masker di area outdoor dan indoor (kecuali dalam ruangan tertutup yang padat seperti kendaraan umum).
Banyak dari kita yang tentu ingin tahu, apakah hasil tes Antigen/PCR masih akan kita butuhkan? Apakah sertifikat vaksin masih akan kita butuhkan?
Kemenkes menegaskan, bahwa hal-hal tersebut masih akan dibutuhkan, bahkan akan ditambah dengan fitur-fitur dan fasilitas kesehatan lainnya setelah PeduliLindungi bertransformasi menjadi SatuSehat Mobile.
Kemenkes mengumumkan rencana transisi PeduliLindungi menjadi SatuSehat Mobile ini mulai Rabu (1/3/2023). Perubahan ini untuk menambah fungsi dan manfaatnya dengan menghadirkan fitur-fitur lain dan layanan kesehatan terintegrasi yang dapat digunakan bahkan setelah status pandemi berakhir.
SatuSehat Mobile juga disiapkan sebagai aplikasi kesehatan masyarakat untuk mengakses resume rekam medis secara digital melalui fitur RME yang bisa kamu akses dengan satu klik saja. Jadi, kamu nggak perlu membawa dokumen fisik saat pindah klinik atau rumah sakit.
Baca Juga: Manfaat Kembang Kol Makin Beragam, Bisa untuk Pengganti Daging dan Nasi Lho!
“Nanti PeduliLindungi akan kita transformasikan ke platform SatuSehat di mana teman-teman yang udah punya, kalau udah download tetap bisa pakai. Cuma fungsinya bukan hanya untuk vaksin sama scanning (check in) aja,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, usai Rapat Terbatas Bersama Presiden Joko Widodo (02/01).
“Kita bisa tahu imunisasi yang anak kita sudah pakai apa. Kemudian kalau kita dicek darah, misalnya di laboratorium contohnya Prodia, masuk datanya. Dan kalau kita general check up di rumah sakit, masuk.
“Bukan hanya data tulisan, sampai data image, video, CT scan, MRI-nya, masuk. Kalau kita beli obat di apotek, masuk. Kalau kita pakai Apple watch atau Samsung watch, masuk. Sehingga terintegrasi dan jadi milik individu,” tambah Menkes Budi.
Saat ini, PeduliLindungi sedang dalam pemeliharaan menuju transisi ke SatuSehat Mobile, sehingga beberapa fitur yang tersedia dilaporkan tidak dapat diakses oleh sebagian pengguna.
Baca Juga: Masih Banyak Orang Hilang, Berapa Lama Korban Selamat Di Balik Reruntuhan Gempa Turki Bisa Bertahan?