news

Kasus Dugaan KDRT Venna Melinda-Ferry Irawan: 5 Sinyal Bahwa Pasangan Adalah Pelaku KDRT

Rabu, 11 Januari 2023 | 09:30 WIB
Ilustrasi: Bagaimana mengetahui sinyal bahwa pasangan adalah pelaku KDRT? (Freepik/Kamran Aydinov)

Pelaku sering meremehkan insiden pelecehan sebagai argumen normal. Seiring waktu, korban jadi semakin bergantung pada pelaku, dan inilah yang meningkatkan risiko mengalami cedera fisik.

3. Pelaku menggunakan “love bombing” 

Pelecehan emosional sering melibatkan serangan emosional, berupa penilaian dan kritik terus-menerus dan memperlakukan seseorang seolah-olah mereka tidak berharga, kata Michele Kambolis, PhD, Clinical Director di Harbourside Family Counseling Centre, Vancouver, Canada.

Pelaku sering merusak harga diri pasangan, membuatnya merasa bergantung dan tidak mampu pergi. Setelah itu meluncurlah bom cinta -berupa hadiah, pujian, permintaan maaf, dan janji muluk untuk tidak mengulangi lagi perilaku kasarnya. Korban pun luluh.

Jika korban berusaha membicarakan perilakunya, pelaku menggunakan taktik menyalahkan, memanipulasi, dan menyindir untuk menghindari tanggung jawab.

Baca Juga: 3,1% Orang Berusia 25-34 Sering Nyeri Lutut. Rawat Kesehatan Sendi untuk Cegah Osteoarthritis!

4. Korban cenderung berusaha menyenangkan pelakunya

Korban KDRT kemungkinan akan menyetujui, memuji, atau membuat pelaku senang, untuk meminimalkan pelecehan tersebut. Misalnya, meminta izin pelaku sebelum membuat keputusan sekecil apa pun. 

“Izin ini mungkin nonverbal, hanya anggukan kepala atau kedipan mata, tetapi harus diberikan sebelum korban merasa cukup aman untuk merespons,” kata Genovese. Upaya untuk menyenangkan atau menenangkan pelaku ini biasanya dilakukan untuk menghindari trauma lebih lanjut.

5. Hubungan putus-sambung

Korban KDRT mungkin sudah mencoba meninggalkan hubungan yang abusive. Namun ketakutan akan pembalasan dari pelaku membuat korban terpaksa bertahan dalam dalam hubungan tersebut.

Pelaku juga sering mengancam untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri, untuk mencegah pasangan meninggalkan hubungan.

“Kita tidak bisa mengharapkan korban KDRT diberdayakan dalam situasi yang tidak berdaya. Namun, Anda bisa mendukung dengan teguh,” pungkas Kambolis.

Halaman:

Tags

Terkini