Quiet quitting: Buntut dari quiet promotion, di mana karyawan memutuskan tidak lagi mengerjakan tugas-tugas tambahan yang sebelumnya diterima (kadang dengan harapan ada kompensasi untuk tugas tambahan tersebut). Pekerjaan utama tetap dilakukan sesuai tanggungjawabnya saja.
Baca Juga: Awas Microsleep! Ini 5 Cara Jaga Kesehatan Tubuh Kalau Begadang Nonton Final Piala Dunia
Rage quitting: Ketika seseorang keluar dari pekerjaan karena marah, dengan sedikit atau tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Remote working: Saat karyawan diberi fleksibilitas untuk tidak mengunjungi kantor dan memilih bekerja jarak jauh, tidak hanya dari rumah tetapi juga dari tempat lain.
RTO: Akronim yang biasa digunakan untuk menggambarkan karyawan yang kembali masuk kantor (return to the office) setelah menurunnya pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi Covid 19.
Virtual culture: Menjelaskan bagaimana bisnis berusaha mempertahankan budaya perusahaan dalam lingkungan kerja jarak jauh yang diberlakukan selama pandemi. Budaya perusahaan ini akan tetap menjadi prioritas karena sebagian besar organisasi memilih sistem hybrid.
Workation: Ketika penganut tren Work from Anywhere memilih ke suatu lokasi yang eksotik untuk berlibur, sambil tetap bekerja secara remote.
Zoom bombing: Ketika ada orang di luar perusahaan menerobos atau membajak Zoom meeting yang sedang berjalan sambil mengirimkan gambar-gambar yang tidak pantas.
Artikel Terkait
5 Manfaat Bekerja dari Rumah bareng Anabul yang Tidak Bakal Kamu Duga
Manfaat Kartu Kredit sebagai Pembayaran Bisnis Secara Digital, Praktis dan Mudah Dipantau!
Manfaat Air Beras untuk Kulit Wajah Sehingga Sering Dipakai dalam Produk Skincare Korea
Sistem Tipping Starbucks yang Baru Memungkinkan Pelanggan Memberi Tip via Kartu Kredit
Dahsyat, Penghasilan Per Tahun Penyanyi dari Lagu Natal (Peringkat 1 Bukan Mariah Carey)!