Pengakuan Pangeran Harry Membunuh 25 Orang di Afghanistan Dianggap Menyedihkan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 6 Januari 2023 | 15:38 WIB
Pengakuan Pangeran Harry terbaru: membunuh 25 anggota Taliban di Afghanistan.  (Instagram @sussexroyal)
Pengakuan Pangeran Harry terbaru: membunuh 25 anggota Taliban di Afghanistan. (Instagram @sussexroyal)

PejuangKantoran.com - Setelah mengaku diserang secara fisik oleh Pangeran William; memakai baju Nazi karena disuruh William dan Kate; memakai kokain pada usia 17 tahun; kehilangan keperjakaan pada wanita yang lebih tua; Meghan sang istri dituding “kasar” dan “sulit” -lagi-lagi oleh William; kini Pangeran Harry mengaku membunuh 25 pejuang Taliban di Afghanistan.

Pengakuan Pangeran Harry bahwa dirinya membunuh 25 pejuang Taliban di Afhanistan ini tertuang dalam buku otobiografinya, Spare, yang akan beredar secara resmi pada 10 Januari 2023.

Pengakuan ini kontan mendapat kritikan dari para veteran militer dan anggota parlemen. Mantan Kolonel Angkatan Darat Inggris Richard Kemp mengatakan, keputusan Pangeran Harry mengaku membunuh 25 pejuang Taliban di Afghanistan ini sama dengan “pengkhianatan terhadap orang-orang yang berjuang bersamanya”.

Baca Juga: Apakah Pangeran Harry Menerima Gaji dari Kerajaan? Berapa Warisan yang Diterimanya?

Komentar tersebut juga menggambarkan “target yang lebih besar di punggung Sang Pangeran” setelah Istana Buckingham berhenti memberinya layanan keamanan pribadi ketika Harry melepaskan tugas kerajaannya.

“(Pengakuan) Itu merusak keamanan pribadinya. Dia telah menembak dirinya sendiri di kaki... mungkin bisa menghasut mereka yang ingin membalas dendam, dan mencoba, dan melakukannya,” ujar Kemp kepada The Sun.

Peringatan tegas Kemp menyusul desakan mantan Marinir Kerajaan Ben McBean kepada Duke of Sussex untuk “diam”. Sedangkan Colonel Bob Stewart -anggota parlemen yang memimpin pasukan Inggris di Bosnia- mengecam komentar itu sebagai “tidak menyenangkan”.

“Aku mencintaimu #PrinceHarry tetapi kamu harus tutup mulut! Ini membuat kita bertanya-tanya (siapa) orang-orang yang bergaul dengannya. Jika (mereka) itu orang baik, seseorang sekarang pasti sudah menyuruhnya berhenti,” begitu tweet McBean, yang dipuji Harry sebagai “pahlawan” setelah dia kehilangan lengan dan kakinya dalam ledakan bom selama perang.

Baca Juga: Berapa Jumlah Kekayaan Meghan Markle Setelah Menikah dengan Pangeran Harry?

Sementara itu, anggota parlemen untuk Beckenham mengatakan, “Saya ingin tahu mengapa dia melakukan hal seperti itu. Prajurit sejati cenderung menghindar... Orang yang saya kenal tidak membual tentang hal seperti itu. Mereka agak menyesal bahwa mereka harus melakukannya (pembunuhan).”

Colonel Stewart, yang dianugerahi Distinguished Service Order setelah tujuh perjalanan ke Irlandia Utara dan memimpin pasukan PBB di Bosnia, melanjutkan: “Agak menyedihkan juga bahwa seorang pria yang memiliki semua keuntungan dalam hidup tampaknya begitu berniat menghancurkan dirinya sendiri dan monarki.”

Ia mengaku sangat sedih untuk Raja Charles, yang dulu adalah kolonel resimennya. Semua kehebohan ini tentu akan sangat menyakiti Raja Charles.

"Saya hanya berpikir itu sangat menyedihkan karena begitu banyak orang yang tidak memiliki kesempatan seperti Pangeran Harry dalam hidup, dan semua ini tampak sedikit tragis."

Anggota parlemen lain, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan perilaku Harry “gila”, sambil menambahkan: “Dia membuat reputasi yang buruk.”

Duke of Sussex, yang dikenal sebagai “Captain Wales” di militer, menulis di bukunya bahwa dia tidak menganggap mereka yang terbunuh sebagai manusia, melainkan “bidak catur” yang telah dia lepas dari papan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X