Sebelum Menentukan Mana yang Akan Kamu Pilih, Pahami Perbedaan Menabung dan Berinvestasi

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 15 November 2024 | 18:06 WIB
Pahami perbedaan mendasar antara menabung dan investasi. (Freepik)
Pahami perbedaan mendasar antara menabung dan investasi. (Freepik)

“Pertama dan terutama, keduanya melibatkan penyimpanan uang untuk keperluan masa depan,” kata Chris Hogan, pakar keuangan dan penulis “Retire Inspired.”

Keduanya menggunakan rekening khusus dengan lembaga keuangan untuk mengumpulkan uang. Bagi penabung, itu berarti membuka rekening di bank atau koperasi kredit. Bagi investor, itu berarti membuka rekening dengan pialang independen, meskipun sekarang banyak bank juga memiliki bagian pialang. Pialang investasi daring yang populer termasuk Charles Schwab, Fidelity, dan Interactive Brokers.

Penabung dan investor sama-sama menyadari pentingnya menyimpan uang. Investor harus memiliki dana yang cukup di rekening bank untuk menutupi biaya darurat dan biaya tak terduga lainnya sebelum mereka mengikat sejumlah besar uang dalam investasi jangka panjang.

Seperti yang dijelaskan Hogan, investasi adalah uang yang Anda rencanakan untuk dibiarkan "agar tumbuh untuk impian dan masa depan Anda."

 Baca Juga: Survei: Perempuan Lebih Punya Rencana Investasi Dibanding Laki-laki

Perbedaan menabung dan berinvestasi

Sebelum kamu menentukan uang yang kamu punya akan kamu tabung atau diinvestasikan, perlu memahami perbedaan-perbedaan mendasar darimkeduanya.

Tabel perbedaan antara menabung dan berinvestasi.
Tabel perbedaan antara menabung dan berinvestasi. (Tabel dari Bankrate.com)

Setelah membaca dan memahami perbedaan antara menabung dan berinvestasi, mungkina kamu bisa mendapatkan gambaran besarnya. Namun secara sekilas, menabung dipilih karena memang kamu perlu punya cadangan uang yang bisa diambil sewaktu-waktu.

Bisanya menabung memang disiapkan untuk keperluan darurat (misal sakit atau harus menservis kendaraan yang rusak), atau untuk pengeluaran rutin tahunan yang sudah direncanakan (misal, bayar uang sekolah anak, liburan, lebaran, dan sebagainya).

Sementara pilihan berinvestasi memang untuk jangka panjang dan masa depan. Misal, untuk nanti jaminan hari tua setelah pensiun, karena tidak semua perusahaan mau mengelola uang pensiun kamu kelak.

Jadi, tentukan pilihanmu berdasarkan kebutuhanmu, ya.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: bankrate.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X