PejuangKantoran.com - Robert Kiyosaki baru-baru ini melayangkan kritik tajam terhadap perubahan sikap Warren Buffett yang kini tampak mulai mendukung investasi emas dan perak.
Menurut Kiyosaki, langkah tersebut bukan hanya bertolak belakang dengan pandangan lama Buffett yang selama ini dikenal skeptis terhadap logam mulia, tetapi juga menjadi sinyal bahwa pasar saham dan obligasi mungkin sedang menuju ke arah kehancuran besar.
Selama bertahun-tahun, Buffett kerap menilai emas dan perak sebagai aset yang tidak produktif karena tidak memberikan keuntungan berupa bunga atau dividen. Ia lebih memilih berinvestasi pada perusahaan yang memiliki nilai fundamental kuat.
Baca Juga: Adobe Resmi Luncurkan Firefly Boards, Jadi Ruang Kreatif AI untuk Kolaborasi dan Ide
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, sikapnya mulai bergeser. Buffett dilaporkan menambahkan logam mulia ke dalam portofolio investasinya, sebuah keputusan yang membuat banyak pihak, termasuk Kiyosaki, bertanya-tanya mengenai arah pasar keuangan global.
Kiyosaki menilai, perubahan strategi Buffett bisa diartikan sebagai tanda bahwa investor besar kini tengah bersiap menghadapi kemungkinan krisis ekonomi atau penurunan tajam di pasar saham. Ia menyebut langkah Buffett sebagai sinyal bahaya bagi para investor agar tidak terlalu bergantung pada saham dan obligasi.
Sebaliknya, Kiyosaki menyarankan agar investor mulai mempertimbangkan aset pelindung nilai seperti emas, perak, atau bahkan mata uang kripto.
Baca Juga: 7 Pertanyaan saat Wawancara untuk Menilai Calon Atasan, Ajukan Sebelum Kamu Menyesal Belakangan!
Meski pandangan Kiyosaki cukup keras, sejumlah analis berpendapat bahwa langkah Buffett tidak serta-merta menjadi pertanda krisis besar. Strategi investasi Buffett dikenal jangka panjang dan berhati-hati, sehingga pergeseran ini bisa jadi hanya bagian dari diversifikasi portofolio untuk mengantisipasi volatilitas ekonomi global.
Bagi investor, perdebatan ini menjadi pengingat penting agar tidak mudah panik mengikuti langkah tokoh besar mana pun. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan portofolio, memahami profil risiko masing-masing, dan memantau perkembangan ekonomi dengan bijak sebelum mengambil keputusan investasi besar.
Bagi penulis "Rich Dad, Poor Dad", Robert Kiyosaki, pilihannya jelas.
"Jika saya punya $100, apa yang akan saya investasikan? Saya akan membeli lebih banyak koin perak," ujarnya dalam sebuah postingan baru-baru ini di X.
Baca Juga: Jangan Panik Sendiri, Ini 7 Cara Biar Kamu Nggak Merasa Kewalahan Saat Tugas-tugas Menumpuk
Perak telah menarik minat investor yang besar, naik hampir 45% selama 12 bulan terakhir. Namun Kiyosaki yakin reli ini hanyalah permulaan, dan memprediksi lonjakan 400% lagi di masa mendatang.
Artikel Terkait
Stop Lakukan 3 Kebiasaan Ini! Bisa Menjerumuskan Kamu ke Utang Kartu Kredit
8 Cara Menyisihkan Uang untuk Dana Darurat, Biar Kamu Tenang Mau Resign Kapan Saja
7 Tips Finansial untuk Keluarga Muda: Mengelola Biaya Tersembunyi Usai Kelahiran Bayi
5 Kebiasaan Saat Gajian yang Diam-Diam Bisa Bikin Dompet Kamu Bolong, Stop Lakukan!
7 Kebiasaan Finansial dari Keluarga Pekerja yang Diturunkan dari Orang Tua yang Masih Melekat Hingga Sekarang
Tidak Semua Tagihan Cocok untuk Autopay, Ini 3 Hal yang Sebaiknya Dibayar Manual
Nillionaire, Ketika “Jutawan Nol” Jadi Istilah Gaul Anak Muda Kekinian
Cara Menkeu Purbaya Bikin Rakyat Jadi Melek Ekonomi, karena Istilah Asing Jadi Mudah Dipahami
Baru Resign? Begini Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 100% Tanpa Ribet!
ORI028 Resmi Ditawarkan dengan Imbal Hasil hingga 5,65%, Cocok buat yang Ingin Punya Passive Income