PejuangKantoran.com - Siapa yang tidak senang mendapat bonus di tempat kerja? Rasanya pasti menyenangkan. Bukan cuma karena uang tambahan yang diterima, tetapi juga karena itu bisa jadi tanda bahwa kerja keras kamu dihargai.
Apalagi bonus sering dianggap sebagai bentuk penghargaan atas kinerja, motivasi untuk bekerja lebih giat, dan dorongan untuk terus berkembang.
Namun, ternyata bonus tidak selalu memberikan efek yang sama bagi semua orang. Menurut laporan dari McKinsey & Company, bonus atau insentif finansial biasanya hanya memberi dorongan semangat jangka pendek.
Setelah itu, semangat kerja bisa turun lagi, bahkan bisa menimbulkan efek negatif seperti persaingan tidak sehat antar rekan kerja.
Apakah bonus selalu memotivasi?
Menurut Kim Blue, seorang konsultan dan pelatih eksekutif, bonus bisa jadi “pedang bermata dua”. Ia bilang, bonus memang bisa jadi motivator yang kuat, tetapi hanya jika seseorang benar-benar termotivasi oleh uang atau penghargaan.
“Namun, tidak semua orang termotivasi oleh hal itu. Bagi sebagian karyawan, pengakuan, kepercayaan, atau kesempatan berkembang bisa lebih berarti daripada uang tunai,” katanya.
Artinya, perusahaan perlu peka terhadap apa yang benar-benar memotivasi karyawannya. Kalau tidak, bonus justru bisa kehilangan maknanya dan tidak berdampak pada peningkatan kinerja.
Bonus yang tepat harus selaras dengan tujuan
Hal senada disampaikan oleh Kristen Zavo, pelatih eksekutif dan penulis buku “Job Joy: Your Guide to Success, Meaning, and Happiness in Your Career”.
Ia menekankan pentingnya keselarasan antara sistem bonus dengan tujuan pribadi dan profesional karyawan.
Baca Juga: Lowongan Pelatihan Storytelling untuk Pelaku Pariwisata Indonesia 2025
“Kalau bonus justru membuat karyawan bersaing secara tidak sehat dengan rekan kerja, itu tanda ada yang salah,” katanya.
Artikel Terkait
ORI028 Resmi Ditawarkan dengan Imbal Hasil hingga 5,65%, Cocok buat yang Ingin Punya Passive Income
Emas Makin Mahal, Tapi Robert Kiyosaki Bilang Logam Mulia ini Bakal Melesat 400 % Tahun Depan!
Jangan Cuma Bayar Minimum Tiap Bulan, Ini Cara Kelola Tagihan Kartu Kredit Lebih Bijak!
Bijakkah Menggunakan Pinjaman tanpa Agunan untuk Melunasi Utang Kartu Kredit?
Wajib Tahu: Kapan Sebaiknya Tidak Menggunakan KTA untuk Melunasi Utang Kartu Kredit?
Pemerintah Obral Tiket Pesawat Murah Akhir Tahun, Diskon hingga 14 Persen Mulai 22 Oktober
Anak Muda Yakin Bisa Punya Rumah dalam 10 Tahun, Meski Harga Kian Tak Terjangkau
Iuran BPJS Kesehatan Nunggak? Cek Apakah Kamu Termasuk yang Dapat Pemutihan!
Kenali Pilihan Investasi Reksa Dana dan Obligasi di PermataBank untuk Masa Depan Finansial yang Lebih Terencana
Hah, Punya Terlalu Banyak Uang Tunai Bisa Menggerogoti Kekayaan. Kok Bisa?