Kelihatannya Aman, Tapi Kartu Debit Bisa Jadi Risiko Finansial

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 13 April 2026 | 10:10 WIB
Ilustrasi transaksi dengan kartu kredit. Jangan biasakan membayar tagihannya dengan pembayaran minimum. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi transaksi dengan kartu kredit. Jangan biasakan membayar tagihannya dengan pembayaran minimum. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Di era tap-to-pay, menggunakan kartu debit terasa seperti pilihan paling praktis. Dari kopi pagi hingga belanja kecil sehari-hari, semuanya bisa selesai dalam satu sentuhan, langsung terpotong dari rekening.

Namun justru di situlah letak masalahnya.

Banyak orang tanpa sadar terlalu sering menggunakan kartu debit untuk hampir semua transaksi. Padahal, para ahli keuangan justru menyarankan pendekatan yang berbeda, terutama untuk alasan keamanan dan perlindungan finansial.

Salah satu poin utama adalah soal risiko.

Baca Juga: Atta Halilintar Garap Film Sepak Bola 'Garuda Di Dadaku' versi Animasi, Ajak Anak Berani Bermimpi

Meski kartu debit memang memiliki perlindungan, levelnya tidak sekuat kartu kredit. Jika terjadi transaksi ilegal, pengguna kartu kredit umumnya hanya bertanggung jawab maksimal sekitar $50—bahkan bisa nol jika segera dilaporkan. Sementara pada kartu debit, tanggung jawab pengguna bisa jauh lebih besar, tergantung seberapa cepat kasus tersebut dilaporkan. 

Artinya, ketika kartu debit disalahgunakan, yang terancam bukan sekadar limit, melainkan langsung saldo di rekening utama.

Hal ini menjadi lebih krusial dalam transaksi berisiko tinggi, seperti pembayaran di pom bensin atau tempat umum yang rawan skimming. Para ahli bahkan menyarankan untuk menghindari penggunaan kartu debit di situasi seperti ini, karena akses ke rekening bisa lebih mudah terbuka jika terjadi kebocoran data. 

Baca Juga: H&M Akan Tutup 160 Gerai di 2026, Ini Strategi di Baliknya

Selain faktor keamanan, ada juga aspek manfaat yang sering luput diperhatikan.

Kartu kredit umumnya menawarkan berbagai keuntungan tambahan, mulai dari cashback, perlindungan pembelian, hingga garansi tambahan untuk barang. Sementara itu, sebagian besar kartu debit tidak menyediakan fasilitas serupa. 

Namun bukan berarti kartu debit harus ditinggalkan sepenuhnya.

Para ahli justru menyarankan penggunaan yang lebih strategis. Kartu debit tetap relevan, terutama untuk menarik uang tunai atau mengontrol pengeluaran karena langsung terhubung dengan saldo yang tersedia. Tetapi untuk transaksi harian, terutama yang berisiko atau bernilai lebih besar, kartu kredit dianggap sebagai pilihan yang lebih aman, dengan catatan digunakan secara bijak dan dibayar lunas setiap bulan.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X