- Diversifikasi berdasarkan jangka waktu
Investasi berdasarkan jangka waktu tertentu, seperti dana darurat yang sangat likuid bisa kamu cairkan sewaktu-waktu, lalu investasi jangka menengah seperti obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, atau investasi jangka panjang seperti saham atau ETF (Exchange-Traded Fund), instrumen investasi yang berisi kumpulan aset (misalnya saham, obligasi, emas, atau aset lainnya) dan diperdagangkan di bursa efek seperti saham.
Dengan diversifikasi investasi, kamu bisa mengurangi risiko portfolio. Ketika terjadi naik-turun invetasi yang terlalu tajam di satu investasi, investasi yang lain belum tentu mengalami hal yang sama sehingga secara keseluruhan investasimu aman.
Satu ivestasi dengan investasi lain belum tentu sama dan stabil, sehingga ketika ada fluktuasi, secara umum penghasilan dari investasimu aman. Terkadang, kita salah memilih investasi sehingga “zonk”. namun dengan diversifikasi, secara total, pendapantanmu aman.
Baca Juga: Saat Nilai Tukar Dollar AS Naik, Hindari Lifestyle Inflation. Lakukan Hal-Hal Bijak Berikut Ini
Yang harus ditekankan, diversifikasi investasi seperti ini tidak menghilangkan risiko. Saat ada Global Financial Crisis atau COVID-19 Pandemic, banyak aset dapat turun secara bersamaan.
Jadi, diversifikasi investasi hanya membantu mengurangi dampaknya, bukan menghapusnya.Namu tetap saja, bagi pekerja kantoran seperti kamu, risiko keuangan tidak bergantung pada satu sumber saja.
Pendekatan ini sering dianggap lebih tangguh menghadapi ketidakpastian ekonomi, pelemahan rupiah, atau risiko kehilangan pekerjaan. ***
Artikel Terkait
Gen Z Mulai Sadar Investasi, Simak Tips Cerdas Investasi Properti Berikut Ini
2 Langkah untuk Mulai Menabung Dana Darurat, Mulai Saja Sedikit-sedikit tetapi Konsisten
Investor Newbie Mesti Tahu Beda Reksa Dana dan Saham, Apa Keuntungan dan Risikonya?
Masih Ada Sisa THR? Lebih Baik buat Investasi Emas, Begini Tips Beli Emas buat Pemula
Jangan Keliru, Asuransi Itu Bukan Investasi! IFG Ingatkan Nasabah untuk Teliti Membaca Polis