Selanjutnya, meski masih bulan Ramadan, ada baiknya sudah membuat perencanaan anggaran hari raya, seperti biaya mudik, kue lebaran, busana lebaran jika diperlukan, uang lebaran bagi anggota keluarga, biaya untuk membeli parcel bagi rekan atau mitra jika sudah menjadi kebiasaan, hingga dana THR bagi asisten rumah tangga.
Baca Juga: Duh, Jawa Barat Jadi Provinsi Pencari Kerja Terbanyak di Indonesia Tahun 2023!
Setelah membuat daftar kebutuhan untuk lebaran, langkah selanjutnya adalah menyusun anggaran keuangan yang berisi pendapatan, daftar kebutuhan sehari-hari, dana darurat hingga rencana masa depan, yakni tabungan, asuransi, dan investasi.
Besaran nominal yang dapat disisihkan untuk darurat dan rencana masa depan akan berbeda pada setiap orang. Namun, umumnya 10-20% dari pendapatan. Setelah menentukan besaran nominal, begitu Anda menerima gaji, segera alokasikan ke pos ini.
“Sangat baik jika keluarga Indonesia membuat perencanaan keuangan dan menjalankannya dengan disiplin karena bermanfaat untuk membantu berhemat, meminimalkan risiko utang, dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang,” sebut Fandi.
Baca Juga: Tahun Ini THR PNS akan Dibayarkan 100 Persen, Kapan Paling Lambat Harus Dibayarkan Perusahaan?
3. Siapkan dana darurat
Dana darurat serta asuransi jiwa dan kesehatan perlu menjadi prioritas untuk menjaga finansial keluarga dalam situasi mendesak. Setelah itu, persiapkan pos masa depan melalui tabungan dan investasi.
4. Evaluasi
Terakhir, Fandi ingatkan agar mengevaluasi setiap pos keuangan secara berkala dapat setiap tahun, misalnya dengan bertambahnya pendapatan, naiknya inflasi, atau anggota keluarga bertambah apakah akan ada penambahan pengeluaran atau perlu meningkatkan dana masa depan.
Dengan melakukan evaluasi keuangan maka Anda dapat membuat keputusan-keputusan finansial dengan bijak.