PejuangKantoran.com - Ramadhan hampir menjelang. Bisa jadi undangan buka puasa bersama juga sudah mampir ke chat whatsapp. Duh, bisa-bisa keuangan boncos nih sebelum Lebaran.
Di bulan Ramadhan akan lebih baik jika bisa berkonsentrasi untuk berpuasa, beribadah, dan kegiatan agama lainnya, tak pusing urusan uang.
Daripada pusing dan bingung soal mengatur keuangan agar tak boncos selama bulan Ramadhan, berikut ada beberapa tips agar keuangan tetap terjaga.
Baca Juga: Walau Taylor Swift Hanya Konser di Singapura, Indonesia Tetap Kecipratan Cuan
1. Buat daftar kebutuhan dan pengeluaran secara detail
“Membuat daftar kebutuhan dan perkiraan pengeluaran akan membantu kita lebih mudah mengelola keuangan, yakni kita dapat memperkirakan berapa dana yang harus disisihkan dari pendapatan yang diterima setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan. Langkah ini juga dapat membantu kita tahu batas pengeluaran yang boleh dilakukan. Anggaran yang kita buat pun akan lebih realistis sesuai kemampuan finansial,” kata Faculty Head Sequis Quality Builder Sequis Training Academy of Excellence, Fandi Murdani.
Tidak hanya kebutuhan pokok, tetapi juga kebutuhan khusus saat Ramadhan, seperti kebutuhan untuk sahur, buka puasa, ngabuburit, berbuka bersama teman, pengajian, sedekah hingga persiapan Lebaran.
Saat bulan puasa, biasanya pengeluaran jauh lebih besar daripada hari biasa karena merupakan waktu yang istimewa untuk berkumpul dan makan bersama keluarga atau temansetelah menahan lapar dan dahaga selama satu hari berpuasa.
Baca Juga: Ketika Semangat Hari Perempuan Internasional 8 Maret Menular ke Perempuan Indonesia
Untuk pos pengeluaran buka puasa, pandai-pandailah menyiasatinya. Mulai dari merencanakan menu sahur dan berbuka, bisa dengan masak sendiri untuk mengurangi frekuensi jajan.
Kemudian, saat bulan Ramadan, banyak promo dan diskon di marketplace maupun tempat perbelanjaan. Menurut FandI, belanja saat promo bisa menghemat pengeluaran Ramadan. Tetapi, jika tidak belanja tidak berdasarkan daftar kebutuhan, hati-hati bisa terpancing untuk belanja konsumtif hingga impulsif.
Pengeluaran lain yang juga ada saat bulan puasa adalah zakat fitrah. Zakat fitrah yang terbaik ditunaikan dengan pembayaran beras.
Adapun bobotnya seberat 2,7 kg atau 3,5 liter atau 2,5 kg sesuai kualitas beras layak konsumsi oleh masyarakat setempat. Mengingat harga beras dapat berubah atau tidak sama setiap tahun maka sebaiknya dana zakat fitrah disiapkan lebih besar dari tahun sebelumnya.
2. Buat anggaran Hari Raya
Artikel Terkait
Mau Liburan ke Luar Negeri, Jangan Sampai Salah Begini Biaya Tarik ATM di Destinasi Favorit Liburan Orang Indonesia
Lagi, Singapura Jadi Negara Termahal di Dunia, Lebih Mahal daripada Zurich!
Pekerja Kantoran Wajib Punya Keterampilan Mengelola Utang Pribadi
Utang Produktif, Pilihan Mencari Tambahan Uang dari Pengelolaan Utang untuk Pekerja Kantoran
Utang Konsumtif Pejuang Kantoran Dekat dengan Gaya Hidup
Gaji Pertama Generasi Z atau Gen Z Pekerja, Apa ya Harus Dihabiskan?
Tabungan dan Investasi, Berapa Besarannya dari Gaji?
Mau Dapat Cuan Dari Side Job Berujung Buntung: Awas Modus Penipuan Bisnis Affiliate
Penelitian Sebut Pegang Uang Cash Bisa Hilangkan Rasa Sakit
4 Alasan Gen Z atau Generasi Z Pekerja Wajib Memiliki Asuransi Sejak Dini