Thrifting Tak Hanya Bisa Dapatkan Barang Preloved Branded Murah, Tapi Juga Bisa Selamatkan Lingkungan!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 3 November 2024 | 11:58 WIB
Thrifting tak hanya bisa mendapatkan barang branded denan harga miring, tapi juga bisa menyelamatkan lingkungan. (eugene barmin)
Thrifting tak hanya bisa mendapatkan barang branded denan harga miring, tapi juga bisa menyelamatkan lingkungan. (eugene barmin)

Pejuangkantoran.com Thrifting kembali diminati saat ini. Hal ini dibuktikan dengan menjamurnya toko offline maupun online yang menjual berbagai baju thrift dari berbagai macam brand fashion terkenal.

Thrifting adalah jual-beli barang (utamanya pakaian dan aksesoris) branded bekas pakai dengan harga murah (jauh dari harga barunya). Meskipun bekas pakai, biasanya barangnya dalam kondisi sangat bagus; mirip seperti baru. Karena itu barang bekas seperti ini juga sering disebut dengan istilah barang preloved.

Mengapa disebut preloved? Menurut littleonepreloved.co.uk, istilah preloved itu digunakan untuk menggambarkan bahwa barang tersebut telah dipakai dengan hati-hati karena pemiliknya sangat menyukai barang tersebut, dan kemudian berpindah kepemilikan.

Jika merujuk dari hal ini, maka kualitas barang preloved itu umumnya masih bagus meskipun sudah tidak baru.

 

Thrifting Bisa Selamatkan Bumi

Selain harga yang murah dengan kualitas yang masih bagus, membeli pakaian thrifting ternyata menjadi salah satu cara menjaga dan melestarikan lingkungan! Kok bisa?

Bisa banget! Kalau kita amati, saat ini banyak brand fashion ready-to-wear yang kerap mengusung konsep fast fashion. Fast fashion adalah pakaian yang dibuat secara massal dan murah serta selalu mengejar tren terbaru.

Nah, tanpa sadar, pergeseran tren yang sangat cepat menyebabkan banyak orang berlomba-lomba mengikuti tren fashion agar tidak ketinggalan zaman. Alhasil, pakaian yang dianggap “ketinggalan zaman” berakhir di tempat pembuangan sampah.

Padahal umumnya masih sangat layak pakai namun sudah tidak ngetren. Dan kalau hal seperti ini terus dibiarkan, pakaian bekas yang menggunung di pembuangan sampah bisa menjadi sumber limbah yang sangat besar.

Apalagi jika bahan yang digunakan untuk membuat pakaian atau aksesoris tersebut terbuat dari bahan yang tidak mudah terurai. Lama-kelamaan, limbah fashion akan mencemari lingkungan.

Dengan thrifting pakaian dan aksesoris preloved tadi tak harus berakhir di pembuangan sampah. Ini menunjukkan bahwa kegiatan thrifting dapat membantu mengurangi limbah barang tersebut.

Hal ini sekaligus mendukung upaya sustainable fashion untuk menyelamatkan bumi. Bahkan di beberapa komunitas ada istilah one in one out yang artinya jika dia mau beli pakaian baru, maka harus ada pakaian yang dia jual (atau berikan kepada orang lain).

 Baca Juga: Tukang Belanja Baju, Jalankan Prinsip One In One Out Maka Hidupmu Lebih Bahagia!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X