PejuangKantoran.com - Baim Wong merilis film Sukma, yang menjadi karya keduanya sebagai sutradara. Film ini dibintangi oleh Christine Hakim, Oka Antara, Fedi Nuril, Kimberly Ryder, dan Luna Maya, sahabat dekatnya.
Terlepas hubungan persahabatan yang sudah dijalin selama puluhan tahun, ada alasan lain mengapa Luna Maya akhirnya mau bermain di Sukma. Bukan karena filmnya bergenre horor, tapi justru usulan tuntutan karakter dari Baim yang membuat Luna tertarik mengambil proyek ini.
“Dari awal, Baim sudah bilang ini peran yang susah, lho! 'Sesusah apa sih, Im?' Karena kalau film horor, lately, aku sudah lumayan ikut di beberapa judul horor. Hal pertama yang ia tanya ke saya adalah, ‘Nggak makeup, nggak apa-apa, ya?’
Baca Juga: 4 Nama yang Jadi Kandidat Pengganti Menpora Dito Ariotedjo, Salah Satunya Raffi Ahmad
"Saya malah, ih, seneng banget! Karena bisa tidur lebih lama. Biasanya untuk ke lokasi, kita butuh waktu persiapan satu sampai satu setengah jam sebelumnya. Kalau sekarang jadinya setengah jam (persiapan) oke kayaknya!
"Nggak perlu makeup atau hairdo. Malah rambut diacak-acak, tampil lebih lusuh dari aslinya!” ujar Luna, saat pemutaran perdana film Sukma di Gandaria City XXI, Jakarta, Senin (08/09/2025).
Karakter Arini yang diperankan Luna memang cukup kompleks. Namun, aktris kelahiran Denpasar, 26 Agustus 1983 itu percaya akan kemampuan Baim karena dia juga memiliki latar belakang sebagai aktor.
“Dia sangat nge-push saya untuk selalu berbeda. And I fully give my 110% ke dia. Banyak orang yang bilang, emang Baim bisa men-direct? Saya harus akui dia bisa banget, karena dia nge-push saya sebagai aktor dan dia bakal jadi calon sutradara yang hebat!” aku Luna.
Hal lain yang menarik adalah tema filmnya ia anggap menarik. Tema itu dirangkai dalam skenario yang ditulis oleh Ratih Kumala, yang juga penulis Gadis Kretek.
“Ada konsep kalau cantik seolah hanya dimiliki kaum muda. Sedangkan yang sudah berumur itu dianggap sudah tidak cantik lagi.
Baca Juga: Mundur dari DPR, Rahayu Saraswati Diketahui Aktif dalam Gerakan Advokasi Perempuan dan Anak
"Itu jadi fenomena di mana kita perempuan terperangkap dalam stigma pikiran yang, kalau elo cantik pada saat muda, itulah masa prime (kejayaan) kecantikan elo.
"Padahal, sebenarnya pada saat berumur, tidak ada yang salah juga karena actually, kita semua akan menua, nggak ada yang abadi!”
Menurut Luna, fenomena atau isu ini menarik untuk diangkat karena kadang orang terjebak dalam satu ilusi bahwa perempuan cantik harus muda terus, sehingga ada keinginan untuk menjadi muda selamanya.
“Itu tidak bisa dipungkiri. Even saya juga merasa seperti itu. I wish I could stay young forever karena tiap hari, agak curhat dikit ya, ada saja komentar, ‘Ah, Luna sudah tua ya?”
Artikel Terkait
7 Kalimat Bos yang Paling Dibenci Karyawan, Bikin Ilfeel dan Jadi Nggak Semangat Kerja
Menkeu Purbaya: Rp425 Triliun Dana Pemerintah Mengendap di BI, Jadi Penghambat Lapangan Kerja
Fenomena “Nepo Kids” Guncang Nepal: Dari Pamer Gaya Hidup Mewah hingga Jatuhnya Perdana Menteri
Punya Rencana Karir Itu Sangat Penting. Ini Sejumlah Alasan yang Mendukung Hal Tersebut!
4 Kebiasaan Saat Weekend yang Bisa Bikin Kamu Makin Capek di Hari Senin
Ini 6 Kesalahan yang Bikin Orang “Tidak Suka” Sama Kamu, Padahal Kamu Sudah Berusaha untuk Disukai!
4 Cara Karyawan Perempuan Bisa Mendapatkan Gaji Lebih Besar, Tanpa Perlu Mengandalkan Penampilan