Reels IG Sepi, Mungkin Kamu Masih Lakukan 5 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Kreator Konten Ini

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 13 September 2025 | 09:07 WIB
Biar reels Instagram kamu nggak sepi, pastikan visual, cerita, atau suara kamu yang jadi pusat perhatian. (Fb.com)
Biar reels Instagram kamu nggak sepi, pastikan visual, cerita, atau suara kamu yang jadi pusat perhatian. (Fb.com)

PejuangKantoran.com - Di zaman serba digital ini, Instagram Reels dan video pendek jadi raja. Semua orang berlomba membuat konten agar bisa dilihat banyak orang.

Masalahnya, tidak semua Reels bisa membuat orang berhenti scrolling. Ada yang sukses viral, tetapi banyak juga yang membuat penonton lanjut menggulir layar smartphone-nya.

Reels kamu mungkin nggak langsung menarik perhatian untuk mengatasi fitur scrolling otomatis, yang mendorong pengguna untuk menemukan "video bagus berikutnya" dan terus menggulir sampai menemukan yang menarik buat mereka.

Baca Juga: Asam Lambung Naik Jadi Penyakit Orang Kantoran, Hati-hati dengan Makanan Penyebab GERD Ini!

Biar reels kamu nggak sia-sia, kuncinya bukan cuma kreatif, tetapi juga strategi. Jangan buat lagi kesalahan-kesalahan kreator konten saat membuat video reels seperti ini:

1. Video buram dan gelap

Jujur saja, siapa yang betah nonton video buram, gelap, atau goyang-goyang? Orang buka Instagram untuk hiburan, bukan membuat sakit mata. Jadi, pastikan kualitas video kamu bagus.

Rekam di tempat terang yang mengandalkan cahaya matahari. Kalau berada di dalam ruangan, bisa pakai ring light atau tripod.

Namun, sebenarnya kamu tidak perlu alat mahal, yang penting perhatikan detailnya agar hasilnya enak ditonton.

2. Kebanyakan teks dan efek

Baca Juga: Menurut Survei, 45% Pencari Kerja Mengaku Terampil Memanfaatkan AI, tapi Banyak yang Ketahuan Bohong

Pernah lihat reels yang penuh tulisan, stiker, dan efek sampai terasa pusing? Nah, itu salah satu kesalahan besar. Alih-alih bikin orang berhenti scrolling, hal itu malah bikin mereka buru-buru menggulir lagi.

Ingat, teks itu cuma pelengkap, bukan bintang utama. Pakai seperlunya saja, misalnya untuk menekankan poin penting.

Biarkan visual, cerita, atau suara kamu yang jadi pusat perhatian. Editing rapi dan transisi mulus lebih membuat penonton betah.

3. Cuma ikutan tren tanpa tambahan kreativitas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Times Life

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X