“Pajak Makeup”, Ketika Karyawan Perempuan Harus Bayar Lebih Mahal Hanya untuk Dianggap Profesional

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 12 September 2025 | 10:45 WIB
Perempuan pekerja terkadang dituntut tampil lebih menarik daripada laki-laki pekerja yang sebenarnya terdengar tidak adil. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Perempuan pekerja terkadang dituntut tampil lebih menarik daripada laki-laki pekerja yang sebenarnya terdengar tidak adil. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Bayangkan kamu sudah berhasil mandiri secara finansial.

Penghasilan enam digit per tahun, punya rumah sendiri, bisa menentukan tarif kerja, dan mengatur jadwal sesuai keinginan. Hidup pasti terasa bebas, ya.

Namun, ada satu hal yang jarang dibicarakan, yaitu penampilan kamu yang masih sering jadi “tolok ukur” di dunia kerja.

Memangnya, apa kaitannya penampilan dan profesionalitas yang dimiliki?

“Pajak makeup” yang mahal

Sebelum sampai di titik saat ini, mungkin kamu pernah mengalami sendiri bagaimana penampilan sangat memengaruhi cara orang memperlakukan kamu.

Misalnya, ketika bekerja di bidang layanan atau hospitality, dandan harus rapi dan bagus, makeup wajib digunakan, dan rambut harus rapi.

Baca Juga: Benarkah Karyawan Perempuan Harus Bayar Lebih Mahal Hanya agar Dianggap Profesional?

Dan terkadang penampilan yang sebenarnya indah seperti ini tak jarang jadi obejk pelecehan, baik verbal maupun fisik. 

Sayangnya, hal seperti ini masih banyak yang menganggapnya “wajar sebagai risiko pekerjaan”. Kalau berani protes saat dilecehkan, risikonya bisa kehilangan pekerjaan.

Dari situ terlihat jelas bahwa perempuan sering dinilai bukan hanya dari kinerja, tetapi juga dari penampilan fisik. Dan, hal ini masih berlaku sampai sekarang.

Penelitian menunjukkan, perempuan yang memakai makeup bisa mendapat penghasilan rata-rata 20% lebih tinggi dibanding yang tidak.

Sekilas, terdengar seperti keuntungan. Namun, sebenarnya ini bukan bonus, melainkan “pajak”.

Mengapa disebut “pajak”? Karena laki-laki bisa bangun tidur, mandi, pakai baju, lalu berangkat kerja tanpa ada yang mempertanyakan profesionalismenya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Your Tango

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X