PejuangKantoran.com - Setelah sukses dengan film Modual Nekad, Imam Darto menghadirkan karya terbarunya, Gudang Merica, yang kali ini diproduksi bersama MVP Pictures. Darto mengajak Ardhito Pramono sebagai pemeran Razi, mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani koas.
Namun, alasan Darto mengajak Ardhito Pramono yang berstatus duda itu mengundang tawa.
“Untuk pemeran utama, saya mencari duda-duda berbahaya di Indonesia, dan pilihan jatuh kepada Ardhito!” ujar Darto, saat konferensi pers Gudang Merica di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Rabu (15/2026).
Baca Juga: 4 Cerita Seru Di Balik Pembuatan 'Para Perasuk', Angga Yunanda Kerepotan Jadi Manusia Silver
Terlepas dari alasan Darto mengajaknya ikut bermain di film ini, Ardhito sendiri tertarik bergabung dalam proyek ini karena merupakan kesempatan pertama ia berakting di film horor komedi.
Kedua, aktor dan penyanyi berusia 30 tahun itu harus memainkan karakter yang sangat menarik. Dalam kesehariannya, ia jarang berdialog dengan bahasa Indonesia baku. Sementara gaya berbicara Razi sangat santun dan formal, lengkap dengan panggilan "aku" dan "kamu".
“Pendalaman karakter Razi ini lucu, sih. Nggak pernah sebelumnya membawakan karakter dengan bahasa aku-kamu gitu. Kan, biasanya gue-elo. Juga nggak pernah memerankan karakter sepolos ini!
"Sebelumnya, dia nggak pernah punya teman, dan baru punya teman-teman saat dia koas di sebuah rumah sakit,” jelas Ardhito, yang datang ke konferensi pers bersama kekasihnya, Davina Karamoy.
Meski sudah cukup lama tidak berakting, Dhito tidak menemui kesulitan beradaptasi. Baginya, dunia film sama menyenangkannya dengan dunia musik.
“Untuk kembali masuk ke film sih, rasanya sudah jejeg ya. Sudah bisa menemukan cara untuk memasuki sebuah karakter. Sebenarnya ketika harus berkomedi dengan pemain komedi seperti Benidictus Siregar, ya lumayan kaget sih.
Baca Juga: Davina Karamoy dan Giorgino Abraham Tetapkan Batasan Adegan Intim di 'Love and 10 Million Dollars'
"Tapi sebenarnya yang lebih canggung sih, ketika harus ganti model rambut belah dua di tengah, kayak Sancai!” seru Dhito.
Peran sebagai Razi juga menarik karena umurnya jauh lebih muda dari umur Dhito yang sebenarnya. Dalam mendalami karakter, ia juga jadi lebih kenal dinamika dunia kedokteran terutama kehidupan di unit IGD.
Ardhito Pramono diberi waktu tiga hari khusus untuk menjalani workshop bersama seorang dokter.
“Peran ini menantang buat gue karena jauh lebih muda dibandingkan umur gue ya. Harus tarik 11-12 tahun. Untungnya, kita workshop tiga hari sama dokter, dan kita coba simulasi beberapa hal yang berkaitan dengan skenario.
Artikel Terkait
PT StemCord Indonesia Sehat Buka Lowongan Kerja Digital Marketing Specialist, Penempatan di BSD
Mengenal Claude: Fitur, Model, dan Keunggulannya yang Bikin Orang Mulai Melupakan ChatGPT
Setelah 15 Tahun Menjabat, Tim Cook Resmi Mundur dari Posisi CEO Apple. Siapa Penggantinya?
Pekerjaan Entry-Level Makin Berkurang, Lalu Bagaimana Fresh Graduate Bisa Masuk Dunia Kerja?
Lowongan Kerja Research Associate di Nusantics untuk Lulusan S2 Biologi Molekuler atau Biokimia
Jangan Keliru, Asuransi Itu Bukan Investasi! IFG Ingatkan Nasabah untuk Teliti Membaca Polis
Takut Pekerjaan Mereka Digantikan AI, 1 dari 10 Karyawan Muda Putuskan Ganti Haluan Karier