PejuangKantoran.com - Saat Aku Bersuara mengisahkan Nadia (Marshanda), pengacara muda dengan karir cemerlang yang mengalami kehidupan sangat ironis. Berhasil memenangkan kasus pemerkosaan yang dilakukan anak pengusaha kaya, ia malah menjadi korban kekerasan seksual saat ingin menolong temannya yang menjadi korban begal.
Bukannya memberi dukungan moral, ayah Nadia yang seorang TNI malah berusaha menutupi kemalangan yang dialami Nadia karena merasa malu. Begitu pula tunangan Nadia yang shock dan malah menghilang.
Bersama Adrian (Ibnu Jamil), Jaksa Penuntut Umum, Nadia berupaya membangun kembali hidupnya. Ia memberanikan diri untuk bersuara dan membantu mencari keadilan bagi para perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual.
Baca Juga: Demi Menampilkan Madura yang Otentik di Film 'Foufo', Bayu Skak Gelar Casting Besar-Besaran
Ketika menggarap film ini, sutradara Sonu Samtani tidak mau berfokus pada peristiwa traumatik yang dialami karakter-karakter utamanya. Ia memilih fokus pada respons publik, terutama pihak yang seharusnya menjadi support system, dalam menyikapi seseorang yang mengalami pelecehan seksual.
Sonu mencoba membangun empati pada perjuangan para penyintas kekerasan seksual ini dalam melawan budaya bungkam yang kadang menyudutkan. Selain itu juga mengatasi trauma dan stigma publik, serta membangun kembali rasa percaya diri yang sempat runtuh.
“Sekitar enam tahun yang lalu, saya dan Tiss TS (penulis skenario) duduk bersama dan mendiskusikan social issue yang jarang diangkat ke film, kekerasan atau pelecehan seksual.
"Kita coba angkat dari sisi wanita yang mau bersuara. Menghadirkan sudut pandang para survivor. Saya mencoba menghadirkan empati di sini karena empati tidak mengenal gender,” ujar Sonu, saat konferensi pers Saatnya Aku Bersuara di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Sementara itu Marshanda, yang dipercaya memerankan Nadia, harus mengekspresikan berbagai emosi yang cukup ekstrim. Sebagai persiapan pendalaman karakter, ia mengaku diminta untuk menonton beberapa film dengan tema yang sama.
Baca Juga: Diangkat dari Cerita Wattpad dengan 21 Juta Pembaca, Samuel The Series Hadirkan Jajaran Pemain Muda
Namun, aktris kelahiran Jakarta, 10 Agustus 1989, ini memutuskan untuk tidak menonton karena tidak mau aktingnya malah meniru karakter dari film yang direkomendasikan.
Ia merasa jika ada lima korban pelecehan seksual, respons tiap orang akan berbeda-beda. Sebab setiap orang memiliki titik keterpurukan yang berbeda-beda. Itu sebabnya ia mencoba meresapi dan mengekspresikan secara natural apa yang ia rasakan di tiap momentum pengambilan gambar.
“Secara mental, aku lebih banyak berserah. Aku melakukan yang terbaik pada saat itu. Maksudnya, saat pengambilan gambar, ya sekeluarnya akan seperti apa.
"Itu yang ada di film, dengan tentunya, bimbingan step by step dari Pak Sonu. Aku mencoba channeling perasaan trauma yang pernah aku alami sendiri sebagai Caca!” ujar Marshanda.
Saatnya Aku Bersuara, yang juga dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana, Hana Malasan, Nino Fernandez, Cut Mini, dan Lukman Sardi, siap tayang di bioskop 18 Juni 2026.
Artikel Terkait
Info Lowongan Kerja PBB: United Nations Volunteers Cari Communication Specialist Remote
Mengenal One on One Meeting, Apa yang Perlu Dibahas dan Seberapa Sering Harus Dilakukan?
Apa Perbedaan Mentorship dan Sponsorship Dalam Karier? Mana yang Lebih Penting?
7 Manfaat One-on-One Meeting Jika Rutin Dilakukan dengan Atasan di Tempat Kerja
Spotify Bakal Hapus Login Pakai Username Akhir Tahun Ini, Lalu Bagaimana Cara Masuk ke Aplikasi?
9 Alasan Mengapa Karyawan Terbaik Justru Paling Sering Merasa Frustrasi di Kantor
Evolusi Jersey Sepak Bola Mulai dari Mirip Pakaian Sehari-hari Hingga yang Peduli Lingkungan Hidup