Di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, bandung, dan Surabaya di mana co-living berkembang lebih pesat, memang belum ada definisi baku untuk co-living. Meskipun namanya co-living, namun operasionalnya masih layaknya kos eksklusif.
Jadi, ketika kamu bingung dalam memilih apakah mau tinggal di kos-kosan eksklusif atau co-living, yang perlu kamu pertimbangkan adalah:
- Budget: Co-living lebih mahal daripada kos-kosan eksklusif, karena memang fasilitas di luar kamar dan seisinya, umumnya lebih disiapkan dengan serius (misal: dapur dan ruang bersama).
- Privasi: Jika kamu cenderung introvert, pulang kerja masuk kamar, tidak suka “haha-hehe” dengan penghuni lain, kos eksklusif lebih tepat. Namun jika kamu termasuk social butterfly, co-living mestinya lebih cocok.
Di luar itu, sebenarnya relatif masih sama untuk fasilitasnya.Nah, kira-kira yang cocok dengan kamu yang mana? ***
Artikel Terkait
TikToker Amerika Berangkat Kerja Naik Pesawat Pulang Pergi karena Lebih Murah daripada Ngekos
Setelah Tujuh Tahun Menanti, Pembeli Apartemen Meikarta Mendapat Kejelasan dari Menteri PKP
Lakukan 5 Cek Ini di Hotel Agar Staycation Kamu Aman dan Privasi Terjaga
Generasi Muda Mulai Ubah Prioritas Pernikahan, dari Pesta Besar ke Kesiapan Rumah Tangga
KAI Mulai Bangun Apartemen Terintegrasi di Stasiun Manggarai, Harga Mulai Rp500 Jutaan