Dasar Teknologi Earphone Bone Conduction "Penyelamat" Pelari Ternyata Sudah Dikenal Ratusan Tahun Lalu!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 3 Agustus 2026 | 15:09 WIB
Earphone bone conduction itu bisa menyelamatkan pelari, ternyata dasar teknologinya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Earphone bone conduction itu bisa menyelamatkan pelari, ternyata dasar teknologinya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Long story short, teknologi bone conduction ini kemudian mulai dimanfaatkan sebagai alat bantu dengar untuk pasien dengan gangguan pada telinga luar atau telinga tengah pada tahun 1930-1950an.

Teknologi ini kemudian dikembangkan menjadi headset untuk kebutuhan militer, industri, dan komunikasi di tempat yang bising. Lalu baru awal 2000an headphone bone conduction dipasarkan unuk konsumen umum.

Pada 2011, AfterShokz (sekarang bernama Shokz) menjadi meluncurkan salah satu produk yang sukses secara komersial dan mempopulerkan bone conduction untuk olah raga.

Sekarang, dengan perkembangan teknologi Bluetooth, baterai lithium-ion yang semakin ringan dan tahan lama, tranduser getaran menjadi lebih kecil dan efisen, membuat earphone bone conduction menjadi lebih kecil, ringan, dan lebih nyaman.

Ini menjadi faktor-faktor yang mendorong earphone bone conduction makin popular, terutama di kalangan pegiat olah raga yang peduli dengan keselamatan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: detik.com, Berbagai Sumber, ejournal.atmajaya.ac.id, pubmed.ncbi.nlm.nlh.gov

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X