3. Aming nyaris kebablasan dengan peran Tokek
Tidak banyak penggemar film yang menyadari bahwa kekuatan akting Aming melebihi peran-perannya di acara Extravaganza. Namun, ia sendiri mengaku tidak mudah untuk memerankan Tokek.
Saat pendalaman karakter, Aming seperti me-recall trauma-trauma masa lalunya. Karakter Tokek menurutnya juga bagian dari kehidupan nyata yang lahir dari kerusakan-kerusakan sifat manusia.
Tokek disebutnya lahir dari kekerasan, dari pelecehan, dan dari berbagai macam spektrum emosional yang beragam.
Baca Juga: Hati-hati, Selama Kontrak Belum Ditandatangani, Perusahaan Bisa Membatalkan Penawaran Kerja
Untuk menggambarkan karakter seperti itu, lulusan program studi Kriya dari ITB itu harus memainkan banyak adegan sadis dan mengerikan. Ia mengaku, jika tidak dibantu Joko Anwar secara langsung, ia bisa kebablasan dalam menyalurkan emosi negatif saat pengadeganannya.
“Sebenarnya kalau bukan Abang (Joko Anwar) sih, saya enggak yakin bisa bawain ya? Karakter Tokek itu mirip binatang, inhuman. Makanya tadi ada adegan di mana ia mematahkan besi dan sempat nancepin kepala sampai berdarah-darah, kan.
"Terus mukul-mukul wastafel sampai dislocated, dia (Joko Anwar) kayak, ‘Minky, kamu bisa kontrol?’. Enggak dong, gitu. Jadi, Abang terus minta jaga kesadaran. Dengan begitu, kesadaran bisa terjaga.
"Sama kayak adegan harus menusuk salah satu napi, Abang tanya, ‘Kamu bisa pakai pisau asli nggak?’. Ya, nggak, dong! ‘Ya udah, ganti aja pakai tiruan'. Kalau nggak, ya orang itu beneran mati!” pungkasnya.