PejuangKantoran.com - Uwais Pictures, rumah produksi milik aktor Iko Uwais, akan kembali meluncurkan film laganya, Ikatan Darah.
Film ini akan menampilkan pertarungan antara dua kubu, yaitu kakak-beradik Mega (Livi Ciananta) dan Bilal (Derby Romero) dan geng mafia yang diketuai Primbon (Teuku Rifnu Wikana).
Bagi Derby, bergabung di proyek film ini rasanya seperti berkumpul dengan circle-nya sendiri. Di luar film, Sidharta Tata (sutradara), Ferry Rusli (DOP/Director of Photography), dan geng penjahat seperti Teuku Rifnu Wikana, Agra Piliang (Jabrik) dan Abdurrahman Arif (Boris), adalah teman satu tongkrongan Derby.
Baca Juga: Disebut Duda Paling Berbahaya, Ini Tantangan Ardhito Pramono untuk Peran di 'Gudang Merica'
Bahkan, mereka punya nama untuk kelompok pertemanan mereka, yaitu El Konco. Konco dalam bahasa Jawa artinya teman.
“Kecuali Livi, Ismi (Melinda) dan Rahmet (Ababil), di proyek Ikatan Darah, aku temenan dengan (pemeran) penjahat, sutradara dan DOP di luarannya. Ini kayak perkumpulan satu geng yang biasa kongkow bareng. Jadi kerja, makan dan syuting bareng!” ujar Derby Romero, saat acara Content Day di Studio Jakarta Kramat, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Di satu sisi memang bekerja dengan teman-teman dekat sangat menyenangkan. Apalagi, saat syuting di Semarang. Tiap hari seusai syuting, geng El Konco langsung nongkrong bareng lagi.
“Kita syuting setiap hari, kecuali kalau ada night shooting ya, jam 5 sore sudah kelar, kembali di hotel. Selesai jam segitu supaya kita bisa istirahat karena ini kan film action. Kondisi kita harus prima.
"Tapi, kita nakal. Tidak ada yang istirahat. Kita malah keluar makan malam karena sutradaranya yang ngajak. Baru istirahat 1 jam, 2 jam, di grup, sutradaranya sudah nge-chat, ‘Oke, makan malam kita dimana? Aku jemput ya!’” ujar Abdurrahman Arif menirukan ajakan Sidharta Tata.
Hasilnya Derby dan geng El Konco-nya jadi sering sekali wisata kuliner selama di Semarang. Hampir semua kuliner populer di kota yang kerap dijuluki kota Lunpia itu dijajal Derby dan kawan-kawan. Di antaranya sego bancakan, udang bakar, kepiting asap, kepala manyung, hingga koyor.
Baca Juga: 4 Cerita Seru Di Balik Pembuatan 'Para Perasuk', Angga Yunanda Kerepotan Jadi Manusia Silver
Saking seringnya wisata kuliner, Ferry Rusli sempat mengingatkan Derby untuk tidak kebablasan jajan. Sebab, hal itu pasti bikin berat badannya naik sehingga dikhawatirkan perubahannya akan terlihat di kamera.
“Karena kita sering kulineran, DOP kita, Ferry, ngingetin jaga makan biar penampilan fisik di kamera ada continuity! Terutama pipi nih!” komentar Derby sambil ketawa.
Untungnya, kekompakan geng pertemanan ini tidak hanya di soal mengisi waktu luang selesai syuting. Selama di Semarang, mereka kompak juga jadi membership gym selama sebulan.
“Kita nggak cuma kulineran enak di Semarang, untungnya. Kita juga kompak daftar gym satu bulan, biar latihan fisik dan jaga kebugaran juga bisa bareng-bareng!” pungkasnya.