Dua Peneliti Muda Indonesia Temukan Senyawa Baru untuk Atasi Diabetes yang Diakui Dunia

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 10 September 2025 | 09:09 WIB
Fahrul Nurkolis (kiri) dan Juan Leonardo saat tampil dalam acara International Congress of Nutrition (ICN) 2025 yang digelar di Paris.  (uin-suka.ac.id)
Fahrul Nurkolis (kiri) dan Juan Leonardo saat tampil dalam acara International Congress of Nutrition (ICN) 2025 yang digelar di Paris. (uin-suka.ac.id)

Perjalanan panjang penelitian

Juan Leonardo lahir di Jakarta pada 1993. Ia menempuh pendidikan menengah di Shanghai, kuliah S1 di Boston, lalu melanjutkan sekolah kedokteran di Beijing University of Chinese Medicine.

Kini ia juga aktif mengedukasi publik tentang gizi melalui akun Instagram @juan.guladarah.

Baca Juga: Disebut Murah dan Awet, Mengapa Chromebook Dibilang Kurang Cocok untuk Seluruh Indonesia?

Sementara itu, Fahrul Nurkolis yang berasal dari Madiun, Jawa Timur, baru berusia 25 tahun dan sudah menulis lebih dari 105 publikasi internasional.

Ia juga memiliki beberapa hak paten senyawa obat dan menjabat sebagai Vice President of Medical Research Center of Indonesia.

Saat ini, Fahrul berstatus peneliti di UIN Sunan Kalijaga dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Airlangga.

Kedua peneliti ini mulai berkolaborasi sejak 2022, setelah bertemu di sebuah konferensi ilmiah. Mereka kemudian melakukan serangkaian proses panjang, mulai dari pencarian literatur herbal, simulasi komputer, validasi metabolomik, hingga uji awal di laboratorium.

Namun, perjalanan itu tidak mudah. Mereka sempat menghadapi keterbatasan fasilitas riset di Indonesia, baik dari sisi alat maupun pendanaan.

“Tapi dengan kerja sama internasional dan kreativitas, semua bisa dilewati,” kata Juan.

Baca Juga: Supaya Betah Kerja dan Tidak Mudah Resign, Pilih Budaya Kerja yang Sesuai Gaya Hidup Kamu

Saat ini, Juanleoxy Fahrulanoside masih berada pada tahap penelitian dasar. Ke depan, senyawa ini berpotensi dikembangkan menjadi kapsul, tablet, atau bahkan minuman fungsional.

Namun, prosesnya panjang karena harus melewati uji praklinik, uji klinik, hingga perizinan edar.

Meski begitu, keduanya optimis senyawa ini dapat menjadi harapan baru untuk pengendalian diabetes, sebuah masalah kesehatan global yang juga sangat serius di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Kompas.com, Harian Jogja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X