Dua Peneliti Muda Indonesia Temukan Senyawa Baru untuk Atasi Diabetes yang Diakui Dunia

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 10 September 2025 | 09:09 WIB
Fahrul Nurkolis (kiri) dan Juan Leonardo saat tampil dalam acara International Congress of Nutrition (ICN) 2025 yang digelar di Paris.  (uin-suka.ac.id)
Fahrul Nurkolis (kiri) dan Juan Leonardo saat tampil dalam acara International Congress of Nutrition (ICN) 2025 yang digelar di Paris. (uin-suka.ac.id)

PejuangKantoran.com - Dua peneliti muda asal Indonesia, Juan Leonardo dan Fahrul Nurkolis, berhasil mencatat prestasi besar di dunia internasional.

Mereka menemukan senyawa baru yang diberi nama Juanleoxy Fahrulanoside (C12H23NO9). Senyawa ini sudah terdaftar di National Library of Medicine di Amerika Serikat dan kini sedang diajukan untuk memperoleh hak paten.

Penelitian berawal dari Delites, obat herbal berbasis formula tradisional Tiongkok yang juga digunakan di Indonesia.

Baca Juga: Supaya Betah Kerja dan Nggak Cepat Resign, Pilih Budaya Kerja yang Sesuai Gaya Hidup Kamu

Dengan bantuan teknologi bioinformatika, mereka menemukan bahwa senyawa ini bisa menargetkan reseptor GLP-1, yaitu protein penting yang berperan dalam mengendalikan kadar gula darah.

Menurut Juan, mekanisme kerja senyawa ini mampu menurunkan gula darah setelah makan, meningkatkan rasa kenyang, dan mendukung kesehatan metabolisme.

Hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium menunjukkan adanya perubahan signifikan pada penanda metabolik.

Temuan mereka dipublikasikan di Frontiers in Nutrition (Swiss), jurnal internasional bereputasi tinggi (Scopus Q1).

Selain mereka berdua, penelitian juga melibatkan kolaborasi dengan pakar senior, di antaranya Dr. Rony Abdi Syahputra dari Universitas Sumatera Utara, dan Prof. Dr. dr. Nurpudji Astuti Salim dari Universitas Hasanuddin.

Baca Juga: Berbagai Pernyataan Kontroversial Menkeu Baru Purbaya Yudhi Sadewa: Dinilai Overconfidence

Diundang ke Paris

Atas keberhasilan tersebut, Juan dan Fahrul diundang sebagai pembicara di International Congress of Nutrition (ICN) 2025 di Paris pada 24 – 29 Agustus 2025 lalu.

ICN merupakan konferensi bergengsi yang diakui oleh UNESCO dan WHO, serta didukung langsung oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Fahrul menjelaskan bahwa abstrak penelitian mereka dikirim sejak Juli – Desember 2024, lalu hasil seleksi diumumkan Mei 2025.

“Saat tahu kami diterima, itu momen bersejarah. Hanya sedikit peneliti muda Indonesia yang bisa tampil di forum sebesar ini,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Kompas.com, Harian Jogja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X