PejuangKantoran.com - Sama sekali tidak terlintas dalam benak Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon kalau proyek film pertama mereka setelah menikah adalah Dopamin. Film ini menceritakan dinamika pasutri, Malik dan Alya, saat menghadapi konflik yang datang di luar dugaan.
Setelah terkena PHK dan terjerat hutang, hubungan Malik dan Alya menjadi kurang harmonis. Ketika mobil Malik bermasalah sepulang wawancara kerja yang gagal, seseorang mengantarnya pulang dan kemudian menginap di rumah.
Namun, di pagi hari keduanya syok menemukan tamunya terbujur kaku dengan jarum suntik di tangan. Orang tersebut juga meninggalkan sekoper uang milyaran yang kemudian mengubah kehidupan pasangan muda ini.
Baca Juga: Ternyata Penggunaan AI Tidak Semasif yang Dibayangkan, tapi Penggunanya Punya Kepribadian Unik
Dopamin adalah film yang ditulis dan disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja. Bagi Angga, bisa bekerja sama dengan sutradara yang sebelumnya sukses menggarap The Architecture of Love itu rasanya seperti ketemu jodoh.
“Aku merasa film Dopamin ini sudah jodohnya kita, ya. Pas dikasih tahu premis dan semua hal tentang film ini menarik. Bagus banget! Jadi nggak ada alasan untuk menolak,” ujar Angga di Studio Kramat Fatmawati, Jakarta, Kamis (09/10/2025).
"Mas Teddy orangnya kan visioner. Semua hal yang dilontarkannya tentang karya Dopamin, benar-benar melekat di kita. Suka banget dengan bagaimana treatment dia terhadap film, karena beda banget dengan karya-karya yang udah pernah kita mainin sebelumnya."
Sedangkan Shenina memiliki kesan yang lain. Setelah melangsungkan pernikahan, ia bersama Angga melaksanakan umrah. Namun, setiba kembali di Jakarta, ia mendapat telepon dari Chand Parwez yang mengajaknya untuk meeting bersama Angga.
Ia cukup kaget dan sedikit tidak percaya ketika meeting ternyata bertemu dengan Teddy yang mencerita sendiri tentang sinopsis, latar belakang, hingga karakter yang akan ia perankan.
“Waktu ditawarin, awalnya, hah... yakin? Tapi karena ini ditawari langsung oleh mas Teddy yang menulis cerita dan direct langsung, saya langsung excited.
Baca Juga: Luar Biasa... Krisdayanti Jadi Atlet Wushu dan Siap Tanding di Kejuaraan Wushu Dunia di China!
"Jadi Dopamin ini film pertama kita setelah kita nikah dan sebagai suami istri. Nyata banget, kan? Kayak mukjizat, meant to be banget!” ujar aktris kelahiran Jakarta 1 Februari 1999 ini.
Yang membuat Angga dan Shenina semakin yakin menerima tawaran akting ini adalah karena mereka tahu akan semakin mudah bagi mereka untuk mengulik kisahnya lebih dalam. Sebab, Teddy Soeriaatmadja tidak hanya bertindak sebagai penulis skenario tetapi juga sutradara.
“Kalau butuh sesuatu atau bertanya bisa lebih jelas karena dari kepalanya langsung!” seru Shenina.
Tidak hanya kemungkinan kerja bareng dengan sutradara visioner, hal yang membuat Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon semakin tertarik adalah genre film ini terbilang unik. Bukan sekadar drama romantis tapi juga memiliki elemen yang sebelumnya jarang diangkat
Artikel Terkait
Lowongan Kerja: @america Jakarta Buka Posisi Social Media Specialist
Rencana Praktis 7 Hari Pasca Kena PHK yang Baik Untuk Dijalani Agar Mental Kamu Pulih
Meta Makin Gaspol di Dunia AI, Gaet Anak Muda Jenius seperti Alexandr Wang Jadi Pemimpin
Luar Biasa... Krisdayanti Jadi Atlet Wushu dan Siap Tanding di Kejuaraan Wushu Dunia di China!
6 Karakter Personal dan Pekerjaan yang Cocok-Tak Cocok bagi Setiap Karakter Berikut Alasannya
Tiket Emas dalam Karier Bukan Lagi Ditentukan Hanya dengan Ijazah dan Gelar Keren, Tapi Plus yang Satu Ini!
Pengguna Smartwatch yang Aktif Olah Raga, Rawat Gadgetmu Dari Dampak Keringat Berikut Ini!