Jalanan Tambah Macet, Pekerja Kantoran Lebih Frustasi  

photo author
A. Fika Muftiarini, Pejuang Kantoran
- Senin, 14 November 2022 | 19:00 WIB
Kemacetan di Jakarta Bikin Frustasi Karyawan (Laurentiu from Pixabay )
Kemacetan di Jakarta Bikin Frustasi Karyawan (Laurentiu from Pixabay )

 

PejuangKantoran.com - Tak sedikit yang frustasi karena mengalami macet di jalan. Apalagi jika hal itu terus dialami hampir tiap hari.

Hal ini pun yang kerapkali dirasakan oleh banyak pekerja kantoran di Jakarta. Setelah pandemi, kemacetan jalan di ibukota memang semakin menjadi-jadi. Tidak hanya di satu titik, bahkan kemacetan sudah terjadi dimana-mana.

Untuk menuju ke kantor, setidaknya para pekerja yang berdomisili di pinggiran Jakarta butuh waktu lebih dari 2 jam. Kondisi ini pun seperti yang dialami oleh Rokhim, pegawai salah satu kantor Kementerian. Sehari-hari, Rokhim berangkat dari rumahnya di daerah Citayam menggunakan sepeda motor menuju kantornya di daerah Gambir, Jakarta Pusat. Biasanya, dia berangkat pukul 5.30 WIB, dan baru sampai kantor pada pukul 07.45. Dengan waktu tempuh yang lama tersebut, Rokhim mengaku seringkali merasa frustasi dengan kemacetan yang terjadi.

“Bukan main macetnya. Jadi bikin kusut kalau sudah sampai kantor. Stres duluan, akhirnya enggak bisa langsung kerja,” ujarnya kepada pejuangkantoran.com di Jakarta, Senin (14/11/2022).

Baca Juga: Studi: Berapa Gaji Karyawan Bank di Indonesia pada 2022?

Menurut Rokhim, kemacetan terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari perbaikan jalan, pengendara tidak tertib sampai keberadaan pak ogah. Apalagi ditambah keberadaan polisi yang kini semakin jarang terlihat di jalan, karena diganti dengan kamera tilang elektronik.

“Di putaran balik pada enggak teratur. Pak Ogah banyak yang justru bikin macet. Harusnya ditertibkan,” harap pria yang akrab disapa Oim ini.

Kondisi yang sama juga dialami saat pulang kantor. Bahkan di waktu tersebut, kemacetan pun tak terelakkan. “Kalau pulang lebih macet lagi, sampai rumah sudah enggak ada tenaga,” kata Rokhim.

Baca Juga: 7 Cara Mengabaikan Pendapat Orang Lain tentang Kita

Lain cerita dengan pekerja kantoran bernama Tina. Wanita yang sehari-hari menggunakan jasa ojek online ini juga tak luput dari kondisi jalan yang macet dan bikin frustasi.

“Emosi banget pokoknyalah. Mau kerja tapi mood sudah hilang, lebih capek dan emosian sekarang gara-gara macet. Badan juga jadi cepat lelah,” katanya.

Baca Juga: PHK Meta dan Perusahaan Impian di Silicon Valley, Bukti Cinta Kamu Buat Kantor Bak Bertepuk Sebelah Tangan

Menurut Tina, kemacetan yang seringkali dialami lebih karena Transjakarta yang sering keluar jalur. “Aku sebal banget sama Transjakarta yang malang melintang jalurnya. Kadang ada yang sudah ada jalur khusus, eh malah enggak dipakai. Orang biasa dilarang pakai busway tapi Transjakarta boleh pakai jalur biasa,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: A. Fika Muftiarini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X