PejuangKantoran.com - Kortisol dijuluki sebagai "hormon stres" karena peran utamanya dalam respons stres biologis manusia.
Namun orang-orang cenderung hanya berpikir negatif terhadap hormon ini, yang sebenarnya merupakan pemain kunci dalam beberapa fungsi dan sistem tubuh.
Sebenarnya kortisol sendiri tidak buruk sama sekali. Masalahnya muncul ketika sistem kamu memproduksi terlalu banyak kortisol atau tidak pernah kembali ke keadaan homeostatis, sehingga membuat kamu berada dalam keadaan stres kronis yang terus-menerus.
Ketika kortisol berlebihan memenuhi aliran darah, hal ini dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental kamu. Berikut cara mengetahui apakah kadar kortisol kamu tinggi, ditambah strategi bermanfaat untuk menurunkan kortisol secara alami dan menghilangkan stres jangka panjang.
Baca Juga: Lowongan Kerja di PT Nestle Indonesia Sebagai Management Trainee, Buruan Lamar!
Istilah "kortisol tinggi" bukan sekadar diagnosis diri yang ramai di media sosial—ini adalah keadaan biologis yang sebenarnya. Meskipun demikian, peningkatan kortisol bukanlah diagnosis klinis, karena kadar kortisol akut secara alami mengalami pasang surut sesuai rancangan.
Berkat kemampuan pemulihan alami tubuh, kamu dapat pulih dari stres dengan kebiasaan positif dan faktor gaya hidup—seperti membiarkan diri cukup tidur (dan jenis istirahat lainnya) dan berolahraga secara teratur. Diagnosis hanya akan terjadi ketika stres menjadi kronis dan/atau berhubungan dengan suatu penyakit.
Berikut beberapa kebiasaan untuk menurunkan tingkat kortisol:
1. Tidur yang Cukup
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk pengaturan kortisol yang tepat.
Namun sepertiga orang dewasa di AS tidak mendapatkan waktu tidur tujuh hingga sembilan jam per malam yang direkomendasikan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Kurang tidur dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, termasuk kemampuan kita mengelola dan mengatur stres.
Penelitian telah menemukan bahwa kurang tidur berhubungan dengan peningkatan aktivasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) , sistem respons stres utama kita.
Baca Juga: 8 Penulis Novel Baru Bahas Karya Debut Mereka, dari Soal Time Travel hingga Bertukar Suami
2. Berolahraga Secara Teratur
“Olahraga teratur adalah penghilang stres yang ampuh,” kata Jung Baccam, seorang praktisi perawat keluarga bersertifikat yang berbasis di Arizona.
Artikel Terkait
8 Tempat yang Paling Berkuman di Kantor? Cek di Sini!
Apa Jadinya Kalau Kamu Berhenti Minum Kopi?
5 Waktu Terbaik untuk Minum Air Putih, selain Ketika Haus atau Habis Olahraga
Amaaan… Scaling Gigi Bisa Pakai BPJS Kesehatan, Begini Cara Mengakses Layanan secara Gratis
Bahaya, 1/3 Orang Dewasa Tak Cukup Olahraga!
Banyak Bule di Bali Ngeluh Terkena Bali Belly, Seberapa Mengkhawatirkan Efek dari Penyakit Ini?
32 Atlet Breakdance akan Bertanding di Cabang Olahraga Dance Sport di Olimpiade Paris 2024
Dapat Menu Vegetarian di Olimpiade Paris 2024, Para Atlet Kontan Minta Daging dan Porsi Besar
Mengapa Atlet Renang Harus Memakai Celana Renang yang Sangat Ketat saat Bertanding Di Olimpiade?
7 Camilan Ringan untuk Tambah Energi dan Semangat di Sore Hari