Pekan 1-2 (Adaptasi Awal)
Senin: Stretching ringan.
Selasa: Jalan cepat di zona MAF dengan durasi 30 menit. Selalu pantau heart rate (HR) di bawah maksimal kamu.
Rabu: Istirahat/yoga. Tetap aktif namun tidak latihan.
Kamis: Jalan cepat atau lari lambat (run-walk) dengan durasi 30-40 enit. Rinciannya: 1 menit lari, 2 menit jalan. Tetap jaga HR di bawah maksimal. Jika melewati ambangnya, kamu bisa memelankan tempo jalan/lari atau bahkan istirahat sejenak hingga HR turun di bawah maksimal.
Jumat: Istirahat.
Sabtu: Jalan cepat atau treadmill dengan durasi 40 menit. Jaga HR di bawah maksimal.
Minggu: Jalan santau bersama keluarga/pasangan atau sepeda santai dengan durasi 30-45 menit.
aerobukBaca Juga: Apa Itu Detak Jantung Zona Aerobik? Kenapa Sering Sekali Direkomendasikan Saat Olah Raga?
Pekan 3 – 4 (Penyesuaian dan Peningkatan Durasi)
Senin: Istirahat/stretching.
Selasa: Lari ringan di zona MAF selama 40 menit. Tidak perlu mengejar pace (kecepatan) namun tetap fokus di HR.
Rabu: Jalan cepat engan durasi 30 menit.
Kamis: Lari lambat atau run-walk dengan durasi 40-50 menit. Jika merasa nyaman dan HR tetap terjaga di bawah maksimum, kamu bisa tambah durasi sedikit.
Jumat: Istirahat.
Artikel Terkait
Lakukan Aktivitas Lari Ringan Selama 10 Menit Setiap Hari dan Rasakan Manfaatnya
Jangan Sepelekan BAB Sebelum Lari Karena Hal Ini Sangat Memengaruhi Performa Kamu
Butuh Pelatih Lari atau Running Coach yang Kompeten? Pahami Dulu Tugas-Tugas Mereka Berikut Ini!
Panduan Memilih Sepatu Lari Berdasarkan Bentuk Lengkungan dan Bentuk Kaki
Buat Lomba Lari 5K, Konsumsi Makanan dan Minuman Berikut Ini Agar Lombamu Sukses dan Aman