Kalau kamu sering bersama orang-orang yang optimis, cara pandang kamu terhadap hidup juga ikut lebih positif.
Jadi, pilih lingkungan yang bisa mendukung energi baik kamu.
- Gunakan teknik ABC
Psikolog Martin Seligman punya metode sederhana bernama Teknik ABC, yaitu Adversity (tantangan), Beliefs (keyakinan), dan Consequences (konsekuensi).
Intinya, bagaimana kamu memaknai sebuah masalah akan menentukan hasil akhirnya.
Misalnya, kalau gagal di sebuah proyek, jangan berpikir, “Saya nggak berbakat”, yang berarti kamu pesimis. Lebih baik berpikir, “Saya bisa coba cara lain”, yang artinya kamu optimis.
Semakin sering kamu melatih cara pandang yang kedua, semakin kuat pula pola pikir optimis diri.
Baca Juga: Ingin Fokus Mencapai Tujuan yang Diinginkan? Buat Rencana Jangka Panjang!
- Jadi optimis yang realistis
Optimis bukan berarti berharap segalanya akan baik-baik saja tanpa usaha. Albert Bandura, psikolog dari Stanford, menekankan pentingnya jadi optimis realistis.
Artinya, kamu harus percaya pada kemungkinan sukses, tetapi juga sadar bahwa kesuksesan butuh kerja keras, strategi, dan ketekunan.
Kalau hanya berharap tanpa tindakan, itu namanya optimis yang tidak realistis.
Jadi, optimisme bukan berarti menutup mata dari kenyataan atau berpura-pura semuanya indah.
Sikap ini justru membantu kamu menghadapi tantangan dengan kepala tegak, hati tenang, dan semangat lebih besar. ***
Artikel Terkait
Contoh KPI Berdasarkan Divisi, Pastikan Membuat Target yang Terukur dan Realistis
Sering Dianggap Membosankan, Mencuci Piring Ternyata Bisa Melatih Mindfullness
Ketika Kolega Kantor Alami Masalah Mental Health, Lakukan 6 Langkah Ini Sebagai Teman Atau Atasan
Soal Kesehatan Mental Karyawan, Dukungan Atasan Cukup Sebatas Dampak Masalah pada Pekerjaan
5 Teknik Mindfulness ala Korea untuk Menenangkan Pikiran, Salah Satunya melalui Upacara Minum Teh