Contoh KPI Berdasarkan Divisi, Pastikan Membuat Target yang Terukur dan Realistis

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 21 Juni 2023 | 18:59 WIB
Ilustrasi: Pastikan membuat KPI dengan mengukur data yang terpenting sehingga lebih mudah untuk mencapai tujuan. (Freepik)
Ilustrasi: Pastikan membuat KPI dengan mengukur data yang terpenting sehingga lebih mudah untuk mencapai tujuan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Key Performance Indicator (KPI) atau dalam bahasa Indonesia disebut Indikator Kinerja Utama, merupakan ukuran kinerja yang dapat dilakukan dari waktu ke waktu untuk tujuan tertentu.

Dengan adanya KPI, akan ada target untuk diambil oleh tim, pencapaian untuk mengukur kemajuan, dan wawasan yang membantu orang di seluruh organisasi untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Dengan begitu banyak data yang dimiliki, mungkin kamu akan tergoda untuk mengukur semuanya —atau malah hal-hal yang paling mudah diukur saja.

Baca Juga: Apa Itu KPI dan Mengapa Karyawan Perlu Menggunakan KPI untuk Mengukur Kemajuan dalam Bekerja?

Padahal, kamu harus memastikan bahwa yang diukur hanya KPI yang akan membantu mencapai tujuan bisnis. Jadi, fokus strategis adalah salah satu aspek terpenting dari definisi KPI.

Berikut cara mengembangkan KPI yang tepat sasaran, dan simak juga contoh KPI berdasarkan divisi kamu:

● Tentukan bagaimana KPI akan digunakan

Bicaralah dengan orang yang akan menggunakan laporan KPI untuk mencari tahu apa yang ingin mereka capai dan bagaimana akan menggunakannya. Ini akan membantu menentukan KPI yang relevan dan berharga bagi pengguna bisnis.

● Ikat dengan sasaran strategis

Jika KPI tidak berhubungan dengan apa yang ingin dicapai dalam bisnis, kamu membuang-buang waktu. Meskipun mungkin terkait dengan fungsi bisnis tertentu, seperti SDM atau pemasaran, KPI harus terkait langsung dengan sasaran bisnis secara keseluruhan.

● Buat KPI SMART

KPI paling efektif saat mengikuti formula SMART yang sudah terbukti. SMART yang dimaksud adalah Specific atau Spesifik, Measurable atau Terukur, Attainable atau Dapat Dicapai, Realistic atau Realistis, dan Time-Bound atau Terikat Waktu.

Misalnya, KPI "Meningkatkan penjualan sebesar 5% per kuartal" atau "Meningkatkan Skor Promotor Bersih 25% selama tiga tahun ke depan."

● Jaga agar tetap jelas

Setiap orang di organisasi harus memahami KPI yang ada sehingga dapat menindaklanjutinya. Inilah mengapa literasi data sangat penting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Qlik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X