PejuangKantoran.com - Key Performance Indicator (KPI) atau dalam bahasa Indonesia disebut Indikator Kinerja Utama, merupakan ukuran kinerja yang dapat dilakukan dari waktu ke waktu untuk tujuan tertentu.
Dengan adanya KPI, akan ada target untuk diambil oleh tim, pencapaian untuk mengukur kemajuan, dan wawasan yang membantu orang di seluruh organisasi untuk membuat keputusan yang lebih baik.
Dengan begitu banyak data yang dimiliki, mungkin kamu akan tergoda untuk mengukur semuanya —atau malah hal-hal yang paling mudah diukur saja.
Baca Juga: Apa Itu KPI dan Mengapa Karyawan Perlu Menggunakan KPI untuk Mengukur Kemajuan dalam Bekerja?
Padahal, kamu harus memastikan bahwa yang diukur hanya KPI yang akan membantu mencapai tujuan bisnis. Jadi, fokus strategis adalah salah satu aspek terpenting dari definisi KPI.
Berikut cara mengembangkan KPI yang tepat sasaran, dan simak juga contoh KPI berdasarkan divisi kamu:
● Tentukan bagaimana KPI akan digunakan
Bicaralah dengan orang yang akan menggunakan laporan KPI untuk mencari tahu apa yang ingin mereka capai dan bagaimana akan menggunakannya. Ini akan membantu menentukan KPI yang relevan dan berharga bagi pengguna bisnis.
● Ikat dengan sasaran strategis
Jika KPI tidak berhubungan dengan apa yang ingin dicapai dalam bisnis, kamu membuang-buang waktu. Meskipun mungkin terkait dengan fungsi bisnis tertentu, seperti SDM atau pemasaran, KPI harus terkait langsung dengan sasaran bisnis secara keseluruhan.
● Buat KPI SMART
KPI paling efektif saat mengikuti formula SMART yang sudah terbukti. SMART yang dimaksud adalah Specific atau Spesifik, Measurable atau Terukur, Attainable atau Dapat Dicapai, Realistic atau Realistis, dan Time-Bound atau Terikat Waktu.
Misalnya, KPI "Meningkatkan penjualan sebesar 5% per kuartal" atau "Meningkatkan Skor Promotor Bersih 25% selama tiga tahun ke depan."
● Jaga agar tetap jelas
Setiap orang di organisasi harus memahami KPI yang ada sehingga dapat menindaklanjutinya. Inilah mengapa literasi data sangat penting.
Artikel Terkait
Bintang Onde Mande! Shahabi Sakri Rela Tinggalkan Pekerjaan sebagai Lawyer untuk Jadi Aktor
Jadi Saksi Mahkota, AG akan Jadi Saksi Terakhir yang Memberatkan Mario Dandy
Grab PHK Massal, Ini Penyebab dan Penjelasan CEO-nya
Cara Memilih Universitas di Inggris yang Sesuai Kebutuhan untuk Beasiswa Chevening
Kesempatan buat yang Hobi TikTokan, Ada Lowongan Tiktok Manager di Perusahaan Kosmetik Nih!
Konser Taylor Swift di Singapura, Satu-satunya di Asia Tenggara