Padel Vs Lari, Mana yang Lebih Berat? Pahami Penjelasan Berikut Ini Supaya Tidak Salah!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 22 September 2025 | 11:02 WIB
Manakah olah raga yang lebih berat, padel atau lari?  (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Manakah olah raga yang lebih berat, padel atau lari? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Lari dengan pace rendah yang terkontrol dan dalam durasi pendek, intensitas detak jantungnya (heart rate) rendah, sehingga relatif aman bagi pemula sekalipun. Ini sering juga disebut conversational pace, di mana saat kita lari masih bisa “ngobrol” tanpa “ngos-ngosan”.

Bagaimana Dengan Padel?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh García-Benítez, Pérez-Bey, Valenzuela, & Courel-Ibáñez yang berjudul Physiological Demands in Professional Padel Players (J Strength Cond Res, 2016), padel adalah olah raga dengan intensitas detak jantung (heart rate) menengah hingga tinggi.

Dalam studi ini ditemukan bahwa rata-rata heart rate (HR) pemain padel tercata pada range 70-80% dari HR maksimum. Bahkan pada saat rally intensif, HR bisa mencapai 85% HR maksimum.

Dalam olah raga padel juga menunjukkan pola HR dengan intermittent activity, polanya naik-turun sesuai rally dan jeda antarpoin.

Menurut klasifikasi American College of Sports Medicine (ACSM), olah raga padel masuk dalam kategori moderate-to-vigorous intensity exercise. Ini bukan olah raga ringan-sosial-rekreasional.

Baca Juga: Lakukan Aktivitas Lari Ringan Selama 10 Menit Setiap Hari dan Rasakan Manfaatnya

Jika dibandingkan dengan lari dengan pace rendah, HR-nya berada pada kisaran Zone 2, yaitu sekitar 60-70% HR maksimum. Ini HR yang relatif aman bagi pemula.

Sementara itu, bagi pemula yang sebelumnya tidak aktif berolah raga, jika langsung main padel bisa membuatnya “ngos-ngosan” karena HR bisa naik ke zona sedang-tinggi tanpa disadari

Selain itu, gerakan padel yang banyak gerakan multidireksional (misal sprint pendek, side step, dan lunge), memberikan risiko cedera ankle atau overuse di lutut/pinggang bagi pemula.

Jadi, meskipun terasa lebih fun, padel secara fisiologi lebih berat daripada lari ringan. Oleh karena itu, bagi yang mau bermain padel, ada baiknya membentuk dasar fisik (jantung, paru-paru, dan otot) yang kuat lebih dulu.

Jalani latihan endurance (lari) dan latihan kekuatan secara rutin di antara jadwal bermain padel. Hindari tiba-tiba bermain padel tanpa punya dasar fisik yang baik. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Liputan6, Mayo Clinic, WHO, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X