PejuangKantoran.com - Tanpa sadar, beberapa makanan yang kita konsumsi setiap hari ternyata bisa memperlambat fungsi otak, menurunkan fokus, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti demensia.
Berikut enam jenis makanan yang sebaiknya kamu waspadai karena ternyata bisa merusak otak.
1. Snack ultra-prosesed
Keripik, biskuit, dan makanan ringan kemasan memang praktis, tapi kandungan gula, garam, dan bahan tambahan di dalamnya bisa mempercepat penurunan kognitif. Studi menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan ultra-prosesed dapat mengganggu fungsi otak, terutama pada bagian yang mengatur ingatan dan konsentrasi.
2. Tuna kalengan
Tuna memang sumber protein dan omega-3 yang baik, tapi versi kalengnya bisa mengandung kadar merkuri tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, merkuri bisa menumpuk di tubuh dan mengganggu sistem saraf pusat, yang pada akhirnya berdampak pada otak.
3. Daging olahan
Sosis, bacon, dan ham termasuk dalam kategori ini. Kandungan nitrit, garam, dan lemak jenuh di dalamnya bisa meningkatkan risiko demensia bila dikonsumsi berlebihan. Bahkan, penelitian menemukan bahwa hanya 25 gram daging olahan per hari sudah dapat memperbesar risiko gangguan fungsi otak.
4. Margarine dan mentega berlemak tinggi
Beberapa jenis margarin dan mentega masih mengandung lemak trans atau lemak jenuh yang dapat merusak sel otak. Lemak jenis ini terbukti menghambat kemampuan belajar dan memori. Pastikan kamu memilih produk bebas trans fat bila ingin tetap menggunakannya.
5. Kentang goreng dan makanan yang digoreng berulang kali
Kentang goreng yang digoreng berkali-kali bisa menghasilkan senyawa akrilamida dan AGEs (advanced glycation end products). Zat ini dikaitkan dengan peradangan dan stres oksidatif di otak yang dapat mengganggu suasana hati serta daya ingat.
Baca Juga: Pulau Phu Quoc di Vietnam Geser Bali sebagai Pulau Terindah di Asia versi Conde Nast Traveler
6. Roti putih dan karbohidrat olahan
Roti putih, pasta, dan nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi yang menyebabkan lonjakan gula darah cepat. Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini bisa mengganggu hubungan antara usus dan otak, memicu inflamasi, serta menurunkan kemampuan berpikir jernih.
Sebagai gantinya, cobalah memperbanyak makanan segar seperti sayur, buah, ikan rendah merkuri, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Pola makan yang seimbang bukan hanya menjaga tubuh tetap bugar, tapi juga membantu otak tetap tajam hingga tua nanti.
Artikel Terkait
Rahasia Small Talk alias Obrolan Ringan Tidak Kehabisan Topik, Coba Trik FORD Ini!
Kehilangan Memori Wajar atau Tanda Bahaya? Jangan Panik, Begini Cara Mengatasinya!
Fakta Bahwa Stres Bisa Meningkatkan Gula Darahmu dan Apa yang Harus Kamu Lakukan
Dilarang Mengenakan Sepatu Tenis Apalagi Sepatu Lari untuk Bermain Padel. Berikut Alasannya!
Merasa Bisa Membayar Utang Tidur Saat Weekend Ternyata Tak Menyelesaikan Masalah Kurang Tidur
7 Langkah yang Harus Kamu Lakukan Agar Tidak Terjebak dalam Lingkaran Overthinking
Ini Ciri-ciri Kalau Kamu Kurang Minum Air, Jangan Tunggu Haus!
7 Gerakan Dynamic Stretch yang Sangat Bermanfaat Kamu Lakukan Sebelum Bermain Padel
Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini Cara Jaga Kesehatan Mental Untuk Para Pejuang Kantoran
Salah Sepatu Lari Sebabkan Cedera Shin Splint yang Jika Dibiarkan Bisa Berbahaya Banget!