Waspada Bagi Content Creator, Berisiko Tinggi Terkena Carpal Tunnel Syndrome Sehingga Produktivitas Turun!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 11:24 WIB
Waspada, content creator berisiko tinggi terkena carpal tunnel syndrome! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Waspada, content creator berisiko tinggi terkena carpal tunnel syndrome! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Secara umum, angka prevalensi CTS sangat lebar jangkaunnya, yaitu mulai dari 5% hingga 80%. Ini menunjukkan bahwa prevalensi CTS sangat dipengaruhi oleh jenis pekerjaan.

Selain itu, angka hasil juga sangat dipengaruhi oleh  responden studi, apakah masyarakat secara umum atau hanya pada mereka yang berisiko tinggi.

Secara umum, prevalensi dunia di angka kurang-lebih14 % dapat dijadikan acuan kasar. Namun untuk kelompok pekerja yang dalam pekerjaannya banyak menggunakan atau menggerakkan pergelangan tangan, angka bisa jauh lebih besar (seperti studi di Indonesia).

Siapa yang berisiko tinggi?

Carpal Tunnel Syndrome memang paling sering terjadi pada pekerjaan yang menuntut gerakan tangan atau pergelangan berulang, tekanan pada pergelangan, atau posisi tangan tidak netral dalam waktu lama.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Kebas dan Kesemutan, Bisa Jadi Kamu Mengalami Gejala Kerusakan Saraf Tepi

Mereka yang berisiko tinggi terkena CTS adalah:

  1. Pekerja kantor dan administrasi

Contoh: operator komputer, sekretaris, kasir bank, data entry, desainer grafis.
Pemicu:

  • Gerakan berulang saat mengetik atau mengklik mouse.
  • Posisi pergelangan menekuk atau terangkat dalam waktu lama.
  • Kurangnya istirahat peregangan tangan.

 

  1. Pekerja industri dan manufaktur

Contoh: pekerja pabrik, perakitan elektronik, operator mesin, montir.
Pemicu:

  • Gerakan tangan berulang (memutar obeng, menekan tombol).
  • Genggaman kuat dan getaran alat.
  • Posisi tangan statis atau menunduk lama.

Baca Juga: Content Creator Wajib Melakukan Senam Tangan Ini Agar Terhindar dari Cedera Seperti Carpal Tunnel Syndrome!

  1. Pekerja jasa dan rumah tangga

Contoh: juru masak, pelayan restoran, petugas kebersihan, tukang cuci, penjahit.
Pemicu:

  • Aktivitas mencengkeram alat (pisau, sapu, setrika, gunting).
  • Gerakan pergelangan berulang dan cepat. 
  1. Pekerja kesehatan

Contoh: dokter gigi, perawat, radiografer, analis laboratorium.
Pemicu:

  • Menggunakan alat kecil dengan tekanan halus tapi konstan.
  • Postur tangan yang tidak ergonomis saat bekerja lama.

 

  1. Pekerja lapangan dan konstruksi

Contoh: tukang, sopir truk, operator alat berat.
Pemicu:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: National Center for Biotechnology Information, Berbagai Sumber, jurnal.harianregional.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X