Waspada Bagi Content Creator, Berisiko Tinggi Terkena Carpal Tunnel Syndrome Sehingga Produktivitas Turun!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 11:24 WIB
Waspada, content creator berisiko tinggi terkena carpal tunnel syndrome! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Waspada, content creator berisiko tinggi terkena carpal tunnel syndrome! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Bagi pekerja kantoran, mengetik adalah hal yang sudah menjadi kehidupan sehari-hari. Apalagi di era digital seperti ini, mengetik untuk pekerjaan tak hanya di komputer atau laptop namun juga di ponsel.

Kegiatan ketik-mengetik ini, meskipun terlihat biasa, namun ternyata mempunyai potensi cedera di tangan, tepatnya Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

CTS adalah gangguan pada saraf tangan yang terjadi ketika saraf median (median nerve) tertekan di area pergelangan tangan.

Saraf median ini melewati terowongan karpal, semacam jalur sempit di pergelangan tangan yang terdiri dari tulang dan jaringan ikat, dan berfungsi mengontrol sensasi serta gerakan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.

Carpal Tunnel Syndrome terjadi karena penekanan atau pembengkakan jaringan di sekitar terowongan karpal yang menekan saraf median. 

Faktor penyebabnya CTS

  • Gerakan berulang seperti mengetik, menggunakan mouse, atau memegang ponsel terlalu lama.
  • Posisi pergelangan tangan yang salah saat bekerja atau tidur.
  • Kondisi medis tertentu seperti diabetes, hipotiroid, artritis reumatoid, atau kehamilan (karena retensi cairan).
  • Cedera pergelangan tangan seperti patah tulang atau keseleo yang mengubah bentuk terowongan karpal. 

Baca Juga: Awas Carpal Tunnel Syndrome, Jari Keram dan Nyeri Karena Keseringan Ngetik di Laptop dan Main Hp

Gejala CTS

CTS ini mempunyai sejumlah gejala umum yang berkembang perlahan dan bisa dirasakan, yaitu

  • Kesemutan, rasa “semutan listrik”, atau mati rasa pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.
  • Nyeri atau sensasi terbakar yang menjalar dari pergelangan ke lengan.
  • Lemah atau sering menjatuhkan benda karena genggaman melemah.
  • Gejala sering memburuk di malam hari atau saat memegang sesuatu dalam waktu lama. 

Gejala-gejala ini tentu saja akan sangat mengganggu pekerjaanmu sehari-hari dan bisa membuat produktivitasmu turun.

Seberapa banyak penderita CTS?

Untuk dunia, prevalensi (persentase orang yang terkena) CTS di 15 negara angkanya menyentuh di 14,4%. Ini adalah adalah hasil meta-analisis yang dilakukan pada 5.311.785 orang dari 15 negar, seperti yang disampaikan di web site National Center for Biotechnology Information, pmc.ncbi.nlm.nih.gov.

Sementara angka prevalensi di Indonesia secara nasional masih belum ada data yang komprehensif. Beberapa studi menunjukkan angka-ang­ka yang bervariasi tergantung kelompok pekerjaan.

Seperti yang disampaikan di jurnal.harianregional.com, penelitian yang dilakukan pada pekerja garmen di Kota Denpasar, menunjukkan prevalensi CTS 79,2 %. Sementara di jurnal.ugm.ac.id menyampaikan bahwa sebuah penelitian pada karyawan kantor berita di Jakarta menunjukkan bahwa 42,4% dari responden positif CTS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: National Center for Biotechnology Information, Berbagai Sumber, jurnal.harianregional.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X