Bahaya Menggunakan Sepatu Lari yang Sudah Tidak Layak Pakai. Berikut Ciri-ciri Sepatunya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 26 Desember 2025 | 18:23 WIB
Sepatu lari juga punya  (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Sepatu lari juga punya (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

2. Indikator Sensasi Saat Berlari (Sangat Penting)

Sering kali tubuh memberi sinyal lebih jujur daripada mata.

Waspadai jika:

  • Muncul nyeri baru (lutut, pergelangan kaki, tumit, atau betis) padahal intensitas latihan sama.
  • Kaki terasa lebih cepat lelah dari biasanya.
  • Muncul hot spot atau lecet di area yang sebelumnya aman.
  • Lutut terasa “kena getar” atau “diterpa benturan” lebih keras.

Jika keluhan ini hilang saat memakai sepatu lain, besar kemungkinan sepatu lama sudah tidak layak.

3. Jarak Tempuh Pemakaian (Rule of Thumb)

Sebagai patokan umum:

  • 500–700 km: sepatu lari jalan raya (road running).
  • 400–600 km: sepatu trail (tergantung medan).
  • Pelari berbobot lebih berat atau sering lari di aspal keras: cenderung lebih cepat aus.

Baca Juga: 3 Kebutuhan Yang Harus Kamu Pertimbangkan Saat Memilih Sepatu Lari. Jangan Asal Terlihat Keren!

Ini bukan angka mutlak. Sepatu bisa rusak lebih cepat jika:

  • Sering dipakai saat basah / kehujanan.
  • Tidak dikeringkan dengan benar.
  • Dipakai juga untuk aktivitas non-lari (kerja, jalan jauh).

4. Uji Cepat di Rumah (Praktis)

  1. Tes tekan midsole
    Tekan busa di tumit dan forefoot. Bandingkan dengan sepatu baru (jika ada).
  2. Tes keseimbangan
    Letakkan sepatu di meja. Jika miring atau goyah, maka struktur sudah berubah.
  3. Tes satu lari pendek
    Lari santai 10–15 menit. Jika terasa “aneh” atau tidak nyaman sejak awal, itu sinyal kuat.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X