Tiga Bagian Tubuh yang Paling Sering Terlewat Saat Mandi

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 30 Maret 2026 | 07:50 WIB
Ilustrasi mandi.
Ilustrasi mandi.

PejuangKantoran.com - Mandi setiap hari sering dianggap cukup untuk menjaga kebersihan tubuh. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa kebiasaan ini belum tentu efektif jika ada bagian tubuh tertentu yang justru sering terlewat.

Penelitian dari George Washington University menguji apa yang disebut sebagai “Grandmother Hypothesis”—gagasan lama bahwa ada area tubuh yang sering lupa dibersihkan, seperti belakang telinga, sela jari kaki, dan pusar. Hasilnya cukup menarik: ketiga area ini memang cenderung memiliki mikrobioma yang kurang beragam dibanding bagian tubuh lain yang lebih sering dicuci, yang berpotensi meningkatkan risiko masalah kulit. 

Temuan ini menegaskan bahwa kebersihan tubuh bukan hanya soal frekuensi mandi, tetapi juga soal perhatian terhadap detail.

Baca Juga: 7 Strategi Jitu Memberikan Usulan Kepada Atasan Defensif Agar Setuju

Belakang telinga menjadi salah satu area yang paling sering diabaikan. Padahal, bagian ini memiliki lipatan kulit yang mudah menumpuk minyak alami, sel kulit mati, dan kotoran. Jika tidak dibersihkan dengan baik, kondisi ini bisa memicu iritasi hingga dermatitis seboroik gangguan kulit yang mirip dengan ketombe, lengkap dengan rasa gatal dan kulit mengelupas. Selain itu, keringat yang bercampur bakteri di area ini juga dapat menimbulkan bau. 

Sela-sela jari kaki juga termasuk area yang rentan luput dari perhatian. Aliran air dan sabun saat mandi tidak cukup untuk membersihkan bagian ini secara menyeluruh. Kondisi yang lembap ditambah kebiasaan memakai sepatu dalam waktu lama menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. Akibatnya, risiko infeksi seperti athlete’s foot meningkat, dengan gejala seperti kulit mengelupas, gatal, hingga retak.

Baca Juga: Sayuran Ini Disebut Terbaik untuk Panjang Umur, Sederhana tapi Penuh Manfaat

Sementara itu, pusar merupakan area kecil yang sering dianggap sepele, namun justru menjadi tempat berkumpulnya keringat, sel kulit mati, dan mikroorganisme. Struktur lipatan di dalamnya membuat area ini cenderung lembap dan gelap, sehingga mudah menjadi sarang bakteri atau jamur jika tidak dibersihkan secara rutin. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi yang ditandai dengan kemerahan, bau, hingga iritasi.

Para ahli menyarankan bahwa membersihkan area-area ini sebenarnya tidak memerlukan metode khusus. Cukup menggunakan sabun ringan dan membersihkannya secara lembut dengan jari atau kain mandi sudah cukup efektif. Kuncinya adalah konsistensi—memastikan bahwa bagian-bagian kecil ini tidak terlewat dalam rutinitas mandi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X