Pejuangkantoran.com – Terkadang dalam pekerjaan, kita sering menghadapi atasan yang sangat “alot”, susah sekali mendapatkan persetujuan darinya. Setiap yang diusulkan kepadanya, lebih kerap berujung dengan kata “tidak”.
Atasan seperti ini atasan yang defensif atau cenderung menolak semua negosiasi yang diajukan bawahannya. Berhadapan dengan atasan yang seperti ini bukan soal seberapa kuat argumentasi kamu, namun ini soal megelola resistensi.
Tujuan utamanya bukan memenangkan debat namun menurunkan defense dari si atasan. Oleh karena itu, kamu harus melakukan pendekatan yang operasional dan relevan, konteks Indonesia.
Dalam konteks manajemen, kata “operasional” berarti pekerjaan atau usulan yang bisa langsung diterapkan. Artinya usulannya konkret, berupa langkah atau tindakan nyata. Hindari yang sifatnya konseptual (ide besar) serta teoretis yang sulit dipraktikkan langsung.
Sementara yang dimaksud dengan relevan untuk konteks Indonesia, ini terkait dengan budaya kerja lokal yang masih mempertimbangkan budaya sungkan, hierarkis (atasan-bawahan), dan komunikasi tak langsung.
Budaya barat yang straght to the point (blak-blakan), belum tentu efektif diterapkan di Indonesia.
Baca Juga: Gimana Cara Berkembang di Tempat Kerja kalau Atasan Tidak Pernah Memberikan Feedback?
Untuk itu, pertama kali yang harus kamu lakukan adalah memahami pola atasan yang defensif. Dalam kerangka organizational behaviour, atasan yang defensif biasanya karena:
- Takut kehilangan kontrol / otoritas.
- Khawatir membuka preseden (“kalau dikasih ke Anda, yang lain minta juga”).
- Sensitif terhadap kesan “dituntut”.
- Lebih nyaman dan cepat mengatakan “tidak” daripada “iya” namun berisiko.
Olh karena itu, prinsip utama dalam hal ini adalah bukan “minta izin” untuk menang argumentasi namun lebih kepada membuat atasan marasa “aman untuk setuju”.
Ada tujuh strategi praktis yang bisa kamu lakukan untuk itu, yaitu:
- “Disarm First”
Ini adalah strategi menurunkan pertahanan di awal yang dimulai dengan kalimat yang menutup potensi konflik. Strategi ini penting karena atasan defensif biasanya sudah “siap menolak” bahkan sebelum kamu selesai bicara. Misal:
“Saya tidak sedang mengusulkan sesuatu yang memberatkan, tapi ingin mencari cara agar hasil kerja bisa lebih optimal.”
- Gunakan Framing “Masalah Bersama”, Bukan Kepentingan Pribadi
Geser permasalahan personal menjadi isu operasional. Misal, alih-alih kamu menyampaikan:
“Saya ingin tambahan honor,”
Artikel Terkait
Kamu Merasa Tidak Cocok dengan Cara Kerja Atasan? Begini Cara agar Tetap Waras dan Profesional
8 Kalimat yang Bisa Jadi Tanda bahwa Atasan Kamu adalah Bos yang Toxic
"Mengatur Bos" dengan Metode Managing Up yang Bisa Meningkatkan Performa Perusahaan atau Organisasi
8 Tips Praktis Sehari-hari Agar Managing Up Kepada Atasan Kamu Efektif dan Lancar
Menjilat Atasan, Salah Satu dari 8 Kesalahan yang Sering Terjadi Ketika Kamu Mempraktikkan Managing Up
Tak Sekadar Bantu Atasan, Managing Up Juga Bisa Membuka Peluang Kariermu Lebih Lebar. Ini Alasannya!