Pejuangkantoran.com – Ketika pandemi, berjemur di bawah sinar matahari pagi menjadi kegiatan rutin sebagian besar Masyarakat. Ini karena salah satu menfaat vitamin D adalah meningkatkan sistem imun tubuh, suatu hal yang sangat dibutuhkan untuk menangkal virus COVID-19.
Setelah pandemi usai, berjemur sinar matahari pagi sebaiknya tetap dijalankan. Selain meningkatkan sistem imun tubuh, vitamin D juga membantu menurunkan risiko penyakit autoimun seperti multiple sclerosis dan lupus.
Selain itu vitamin D juga berfungsi membantu tubuh dalam menyerap kaslium dan fosfor di usus, membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi yang kuat, mengurangi risiko osteomalasia (tulang lunak) pada orang dewasa dan rakitis pada anak-anak.
Vitamin D juga menjaga kekuatan otot, terutama pada lansia, menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyalit jantung dan tekanan darah tinggi, kanker usus besar, membantu mencegah diabetes tipe 2.
Dan tak hanya kesehatan fisik, vitamin D juga membantu dalam produksi neurotransmitter (misal serotonis) yang memengaruhi mood seseorang.
Baca Juga: Kenapa Sinar Matahari Pagi Itu Penting: Manfaat yang Harus Kamu Tahu (Mumpung Hari Libur)
Durasi, Waktu, dan Frekuensi yang Tepat
Selain asupan suplemen vitamin D, salah satu cara untuk mencapatkan vitamin D adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari. Keuntungan dari berjemur ini adalah gratis dan alami, dosis otomatis disesuaikan oleh tubuh, dan bisa meningkatkan mood, ritme sirkadian, dan sintesis hormon.
Bagi kita yang tinggal di wilayah tropis, sinar matahari bukanlah hal yang langka. Boleh dibilang sepanjang hari akan selalu ada sinar matahari dan hanya bekurang ketika terjadi mendung dan hujan, terlepas dari polusi udara yang seharusnya kita hindari.
Menurut Kompas.com dalam lamannya, health.komps.com, ada waktu berjemur sinar matahari yang disarankan, yaitu:
- Pagi segera setelah matahari terbit hingga sekitar pukul 09.00 WIB;
- Sore hari, antara pukul 15.00 hingga matahari terbenam.
Itu pun juga dibatasi oleh durasi waktunya yaitu 5-15 menit setiap kali berjemur untuk anak=-anak dan orang dewasa serta dalam frekuensi 3 kali per pekan.
Masih menurut web site ini, ada bagian tubuh yang jika terekspos menjadikan produksi vitamin D lebih efektif, yaitu punggung dibanding hanya lengan atau wajah saja. Orang-orang dengan kulit terang mampu memproduksu vitamin D lebih cepat daripada mereka yang mempunyai kulit gelap.
Baca Juga: Terpanggang Matahari dan Gelombang Panas, Ini Cara Pilih Sunblock yang Tepat
Yang juga tak boleh dilupakan saat berjemur matahari adalah proteksi kulit dan mata. Paparan berlebihan terhadap sinar ultraviolet (UV) bisa menimbulkan kerusakan jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut alasan ilmiahnya: