Pejuangkantoran.com – Easy run dianggap sebagai salah satu tipe lari yang paling cocok untuk pemula. Ini karena intensitas lari easy run rendah, pace santai, nyaman, dan tidak membuat nafas terengah-engah.
Dan, tujuan easy run bagi pemula sangat penting karena jenis lari ini adalah fondasi utama untuk membangun kebiasaan, ketahanan tubuh, dan mencegah cedera sejak awal.
Manfaat dari easy run adalah meningkatkan kapasitas aerobik (VO2 Max rendah), mempercepat recovery setelah latihan keras, memperkuat otot dan sendi, melatih efisiensi tubuh dalam menggunakan lemak sebagai bahan bakar, dan bisa menjadi fondasi penting untuk lari jarak jauh.
Baca Juga: Panduan Memilih Sepatu Lari Berdasarkan Bentuk Lengkungan dan Bentuk Kaki
Prinsip yang harus dijalani untuk latihan easy run yang benar adalah waktu total kurang lebih 30 menit per sesi. Fokus di heart rate di Zona 2 (98-114 BPM).
Latihannya adalah kombinasi jalan cepat dan lari di pekan-pekan awal. Serta menambah durasi secara bertahap.
Salah satu yang mendukung kamu latihan yang benar adalah sepatu. Sepatu easy run tidak bisa disamakan dengan sepatu untuk speed dan untuk marathon.
Saat ini, sepatu lari dari jenama-jenama yang sudah terkenal, seperti Nike, Adidas, Hoka, New Balance sudah punya banyak varian sepatu lari termasuk untuk easy run. Begitu juga jenama lokal seperti 910, Ortuseight, dan Mills.
Sepatu untuk easy run idealnya dirancang untuk kenyamanan, perlindungan sendi, dan daya tahan, bukan kecepatan. Karena easy run dilakukan dengan intensitas rendah hingga sedang dan durasi relatif panjang, maka sepatu harus empuk, stabil, dan ringan, agar tidak membebani kaki atau lutut.
Baca Juga: 3 Kebutuhan Yang Harus Kamu Pertimbangkan Saat Memilih Sepatu Lari. Jangan Asal Terlihat Keren!
Ciri-Ciri Sepatu Easy Run
Adapun ciri-ciri sepatu easy run menurut Road Runners Club of America (RRCA), Hal Higdon (pelatih lari), dan berbagai sumber lainnya, yang bisa kamu jadikan patokan adalah sebagai berikut:
- Cushioning (bantalan): Meredam benturan, sangat penting untuk perlindungan lutut dan tumit, apalagi untuk usia 40 ke atas.
- Netral dan stabil: Cocok untuk sebagian besar pelari, terutama bila kamu tidak punya masalah kaki seperti overpronasi.
- Ringan dan kokoh: Bobotnya ringan sehingga nyaman dipakai dalam durasi panjang namun tetap stabil.
- Sirkulasi udara baik: Upper (bagian atas) sepatu harus breathable supaya kaki tidak mudah lembab yang bisa menyebabkan lecet.
- Tahan lama (durable): Ini karena easy run akan sering dilakukan, oleh karenanya sol dan bahannya harus kuat.
Tips Memilih Sepatu Easy Run
Supaya lebih mudah, berikut ini tips memilih sepatu untuk easy run menurut Road Runners Club of America (RRCA) dan American Academy of Podiatric Sports Medicine (AAPSM).