Pejuangkantoran.com – Olah raga secara ilmiah sudah terbukti mampu mengurangi dan mencegah terjadinya kecemasan (anxiety).
Olah raga seperti jalan cepat, jogging ringan, bersepeda santai, yoga atau tai-chi, senam pernapasan, angkat beban ringan hingga sedang, sampai futsal dan basket, bisa secara efektif mengurangi dan mencegah terjadinya kecemasan (anxiety).
Olah raga seperti di atas berdasarkan sebuah studi, mampu menurunkan kecemasan antara 20-40% jika dilakukan secara teratur.
Yang jadi pertanyaan penting, apakah semua kecemasan (anxiety) mampu diatasi hanya dengan berolah raga? Ternyata tidak!
Baca Juga: 5 Jenis Olah Raga yang Efektif Mencegah dan Membantu Mengurangi Kecemasan Kamu!
Ada beberapa jenis kecemasan yang bisa secara efektif dapat dicegah dan dikurangi dengan aktifitas olah raga. Berikut ini penjelasannya:
- Kecemasan Ringan – Moderat
- Contoh: gugup menjelang presentasi, cemas menghadapi ujian, khawatir sebelum wawancara kerja.
- Olahraga bisa membantu mengurangi gejala fisik (tegang otot, jantung berdebar, napas pendek) dan menenangkan pikiran.
- Kecemasan Situasional / Stres Sehari-hari
- Contoh: cemas karena beban kerja, konflik ringan di kantor, kekhawatiran sementara soal keuangan atau keluarga.
- Olahraga berfungsi sebagai stress-buffer, menurunkan kadar kortisol dan mencegah stres berkembang jadi gangguan kecemasan klinis.
- Kecemasan Umum Tingkat Ringan (Generalized Anxiety Disorder – GAD ringan)
- Jika gejalanya berupa kekhawatiran berlebihan yang masih bisa dikendalikan.
- Latihan aerobik dan yoga terbukti membantu menurunkan intensitas kekhawatiran.
- Kecemasan Sosial Tingkat Ringan
- Misalnya takut canggung saat bertemu orang baru, tapi masih bisa berfungsi sehari-hari.
- Olahraga berkelompok (zumba, futsal, kelas yoga) bisa meningkatkan rasa percaya diri dan memberi paparan sosial ringan.
Ada sejumlah kecemasan yang karena tingkatannya, biasanya tidak cukup dengan olah raga saja. Kecemasan berikut adalah:
- Gangguan Kecemasan Berat (GAD parah, Panic Disorder, PTSD, OCD, fobia berat).
- Kecemasan yang sudah mengganggu fungsi hidup: sulit bekerja, tidak bisa tidur sama sekali, menarik diri dari lingkungan.
- Kecemasan dengan depresi berat: muncul pikiran menyakiti diri sendiri.
Dalam kasus ini, olah raga tetap akan sangat membantu sebagai terapi tambahan, namun biasanya perlu terapi psikologis (CBT, konseling) dan/atau obat dari psikiater.
Kesimpulan
- Olah raga efektif mencegah dan mengurangi kecemasan yang ringan hingga sedang, terutama yang dipicu oleh stres sehari-hari, tekanan kerja, atau situasi tertentu.
- Untuk kecemasan berat atau kronis, olahraga tetap bermanfaat tetapi sebaiknya digabungkan dengan terapi profesional.
***